BAB 26 ADRIAN duduk di depan Ardhan dengan mantap, Ardhan sudah memijit pelipisnya lelah atas sikap atau kelakuan Adrian setiap harinya yang selalu saja membuat masalah. “Adrian, kamu kapan sih mau berhenti berantem?” tanya Ardhan pada putranya itu, Adrian mengerucutkan bibirnya. “Pa, Adrian enggak bakal berantem kok kalau dia enggak gangguin Adrian,” ketus Adrian membela dirinya, dan memang wajar Adrian marah jika bekal yang sudah ia siapkan sejak subuh tadi malah dimakan oleh kutu-kutu kelasnya. Adrian melenguh. “Lagian kan Papa dulu juga sering berantem kayak Adrian,” tambah Adrian, sampai pupil mata Ardhan membesar ketika mendengar kata tersebut sampai ke gendang telinganya. Ardhan menghela napasnya pelan, ternyata seperti ini rasanya punya seorang anak lelaki yang nakalnya minta

