20 Saat Kejora keluar kamar, kebetulan Bintang juga baru keluar dari kamarnya. Baik Kejora mau pun Bintang, mereka berdua sam-sama membawa buku. Karena memang, untuk saat ini mereka memiliki satu tujuan, satu janji, dengan satu orang yang sama. Rasi. Beberapa saat keduanya saling melempar lirik. Mengingat tadi, dan membandingkannya dengan raut wajah Bintang sekarang, Kejora betul-betul tidak bisa untuk tidak tertawa. Namun karena Kejora merasa tidak baik menertawakan orang secara terang-terangan, Kejora tertawa dengan menutupi seluruh bagian mulutnya, atau hampir setengah dari wajahnya yang mungil itu. Kejora terkikik sendiri, sementara Bintang mendelik tajam. Sumpah demi Tuhan, Bintang menyesal! Kalau saja waktu bisa diputar kembali, Bintang akan merasa jauh lebih baik dirinya tidak

