21

1611 Kata

21  “Bintang ke mana, sih!” Sambil memegangi ponsel, Rasi sesekali menengok kanan-kiri, memandang jauh ujung jalan yang terlihat olehnya. Tidak henti-henti, Rasi juga mengoceh sendiri, lantaran kakinya mulai pegal juga berdiri menunggu Bintang menjemputnya hampir setengah jam di depan gerbang, tetapi tidak kunjung datang. Tambahan keadaan sekolah yang sudah sepi, juga tidak memungkinkan bagi Rasi untuk kembali masuk dan menunggu di dalam. Beruntung juga karena Aurel mau menemani Rasi, jadi Rasi tidak sendirian. “Coba hubungi lagi. Spam chat yang banyak!” saran Aurel. “Iya, ini udah aku chat banyak banget. Ditelepon juga nggak diangkat.” Sesaat Rasi melihat langit. Awan di sana nampak menggelap. “Kayaknya mau hujan, deh.” Aurel ikut menengadahkan kepalanya. “Eh, iya, Ras. Kita cari te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN