SCANDAL, TUAN GRISSHAM
[Episode 3 ~ Lucca Yang Banyak Luka]
" Eh... Tuan? " ucap Anna dengan gugup tapi David hanya diam saja dan...
Cup!
Oh God!
Anna memantung antara kaget, terkejut dan syok!
Bagiamana mungkin ciuman pertamanya hilang begitu saja.
Anna selalu membayangkan ciuman pertamanya akan indah seperti dibawah bintang yang terang di malam yang indah dan tentu dengan pria yang Anna cintai, suatu hari nanti.
Tapi yang terjadi saat ini membuyarkan dan menghilangkan semua pemikiran Anna soal romantisme yang ada di pikiran Anna saat ini adalah...
Bagiamana keluar dari ruangan ini tanpa seperti penolakan karena kalau Anna dengan terang-terangan menolak maka Anna yakin akan langsung di pecat! Karena pria yang sedang mencium Anna sekarang adalah pria yang berpengaruh dan orang miskin seperti Anna tidak baik mempunyai urusan dengan orang berpengaruh.
Karena apapun yang terjadi, si miskin yang selalu kalah.
" Kau sangat manis Jess! " ucap David yang melantur, Anna yang terengah-engah karena ciuman tadi melihat David dengan tatapan sebal!
" Berani-beraninya dia mencium ku tapi malah melihat ku sebagai orang lain. " Ucap Anna dalam hati.
" Lepaskan! " ucap Anna kesal, sungguh kesal!
Tadi saat di cium, Anna diam saja mungkin Anna berfikir okeh... Aku akan mencoba menerimanya tapi saat setelah mencuri ciuman pertamanya dengan lancang menyebut orang lain tepat di depan wajahnya itu sungguh keterlaluan!
" Namaku bukan Jess, Tuan! Kau Salah orang. " Ucap Anna yang kesal dan langsung mendorong David tapi bukan David terdorong dan menjauh malah David melihat Anna dengan kekehan dan semakin menghimpit Anna di dinding kamar mandi itu hingga tidak berkutik!
" Kau bukan wanita pertama yang protes saat di panggil Jess saat sedang aku sentuh tapi mereka tetap menerima sentuhan ku! Tapi kau dengan lancang langsung menolak ku, itu membuat ku terluka. " Ucap David dengan jarak yang sangat dekat dengan Anna bahkan Anna bisa merasakan hembusan nafas David yang menerpa wajahnya dan itu membuat Anna merinding! Sungguh!
" Aku bukan salah satu dari wanita itu dan tolong minggir dan wanita yang sedang anda cari bisa langsung cari di lantai dansa pasti akan ketemu. " Ucap Anna yang enggan menatap David dan mau melepaskan diri tapi percuma.
Bahkan David tidak bergeming dan tetap mengurung Anna yang mungil itu.
" Semakin menolak, semakin membuat ku tertarik. " Ucap David yang langsung membuat Anna terdiam.
" Ya ampun selamatkan aku. " Ucap Anna dalam hati dan memejamkan matanya saat merasakan David semakin mendekat kearahnya.
" Dav! David! Dav... Come on (ayolah) go home (pulang) " ucap seseorang yang langsung membuat Anna menghela nafas lega.
" Akhirnya selamat. " Ucap Anna dalam hati tapi David yang sudah melepaskan nya langsung melihat ke arah Anna dan mengatakan...
" Akan segera menjadi milikku. " Ucap David dengan senyuman licik yang langsung membuat Anna terdiam.
Matilah kau Anna.
-
" Katanya nggak suka tadi aja di bentak sekarang di pepet hingga Anna tidak berkutik Man!!! " ucap Marco yang tadi menyusul David ke kamar mandi karyawan dan melihat posisi antara David dan Anna yang tidak menguntungkan bahkan terkesan sangat intim.
" Serius Marc? " ucap Sean yang ikut menggoda.
" Palingan juga cuma mau di jadikan penghangat ranjang. " Ucap Andre yang sudah tau watak David yang suka gonta-ganti pasangan s*x ini.
" Nggak! Kalau ini gue yakin si David beneran suka sama Anna dari tatapannya beda! Jatuh cinta pada pandangan pertama. " Ucap Marco yang sudah hafal dan menjadi king (Raja) dalam urusan percintaan tapi yang di omongin hanya diam sambil meminum Vodka dengan tenang dan di pangkuannya sudah ada wanita sexy.
Ini yang dikatakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Bullshit!
" Gue kasih kartu VVIP gym gue kalau omongan loe beneran terjadi. " Ucap Andre yang kekeh dengan pendapatnya tentang David hanya mencari penghangat ranjang dan melakukan s*x seperti biasa dan setelah itu langsung di buang!
Seperti setelah mendapatkan apa yang diinginkan langsung di campakkan! So simpel.
" Heh! Dapat duit dari mana loe sampai bisa punya kartu VVIP gym hah! Korupsi loe ya? " ucap David yang menyahuti saat Andre mengeluarkan kartu VVIP gym yang diberikan David.
Dasar b******n!
" Ya dari boss Grissham Tower lah. " Ucap Andre yang nyengir karena kartu yang sedang dibuat taruhan adalah pemberian David.
" Okeh! Gue bakal kasih mobil Tesla ke loe kalau apa yang loe omongin bener tapi tetap gue tau kalau firasat gue itu bener. " Ucap Marco yang dengan percaya diri mengatakan itu.
Sedangkan Sean hanya diam dan enggan untuk ikut taruhan ini dan lebih memilih mengatakan...
" Gue yang jadi jurinya kalau gitu biar adil. " Ucap Sean dengan terkekeh.
-
Lucca sedang berada di kamarnya dengan pengasuh nya tapi Lucca masih enggan tidur karena sebelum tidur ingin memeluk Papa nya dulu tapi yang di cari belum pulang.
" Bik, telefon Papa! Aku mau tidur setelah dengar suara Papa! " ucap Lucca yang merajuk kepada pengasuh nya itu dan pengasuhnya itu melakukan apa yang di inginkan Tuan muda itu agar tidak merajuk lagi.
" Nggak di angkat Luc. " Ucap pengasuhnya dengan raut bersalah dan meringis saat melihat wajah cemberut Lucca dan malah Lucca semakin membenamkan wajahnya di bantal.
" Besok bangun pagi aja ya biar ketemu Papa, sekarang Lucca yang tampan seperti Papa langsung tidur ya. " Ucap pengasuhnya Lucca yang bernama Painem itu.
Dan mengatakan Lucca tampan seperti Papa adalah kalimat bujukan yang paling ampuh saat Lucca sedang merajuk seperti ini dan terbukti Lucca langsung menoleh ke arah Bik Painem dan berhasil di bujuk walaupun dengan mulut yang mengerucut karena masih kesal.
" Nah gitu kan tampan seperti Papa, sekarang tidur ya... Selamat malam. " Ucap Bik Painem yang membetulkan selimut Lucca dan mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur.
Saat pagi hari...
" Papa nanti antar Lucca ke sekolah ya? " ucap Lucca dengan senyuman lebar karena sang Papa yang ingin Lucca lihat tadi malam akhirnya bisa terwujud saat pagi hari.
Waktu berjalan dengan cepat.
" Papa nggak bisa Luc, kamu pergi sama Bik Painem seperti biasanya aja. " Ucap David yang sibuk dengan daging yang dipotong dan segera di makam dan lebih parahnya tanpa melihat ke arah Lucca yang sedang melihat ke arah David dengan wajah berbinar tapi langsung lesu saat mendengar jawaban David yang acuh itu.
Tanpa pamit, David langsung berdiri dari duduknya untuk segera ke kantor dengan tatapan Lucca yang masih melihat di setiap langkah David itu.
Apa salah ku Pa?
" Udah nggak apa-apa, yang penting kan sekarang udah ketemu sama Papa mungkin sekarang lagi sibuk jadinya tidak bisa mengantarkan ke sekolah. " Ucap Bik Painem menghibur Lucca tapi yang terjadi sudah jelas, sejak Lucca masuk sekolah sampai sekarang dan sejak saat itu hanya Bik Painem yang mengantar jemput Lucca dan David belum pernah melakukannya bahkan sekalipun.
Sungguh yang miris!
Lucca tidak menjawab apapun saat Bik Painem mengatakan itu dan Bik Painem hanya menghebuskan nafasnya perlahan dan mengatakan...
" Semoga Tuan & Tuan Muda segera mendapatkan kebahagiaan. " Ucap Painem yang sungguh kasihan kepada Lucca.
Korban perceraian orang tua yang berimbas kepada anak yang tidak tau apa salahnya.
" So sorry boy, hati Papa sungguh terluka dan Papa masih bersikap dingin padamu, Papa tau kalau kamu nggak bersalah tapi entahlah... Papa membutuhkan waktu untuk menghilangkan rasa sakit dalam hatiku sendiri. " Ucap David dalam hati saat sudah mengendari mobil dan berkendara menuju ke kantor.
Berawal pengkhianat Jessica hingga sampai sekarang David harus cuek kepada Lucca karena rasa sakit yang di torehkan Jessica belum juga sembuh, masih membekas!
David masih membutuhkan waktu.
-
" Lecek amat bos pagi-pagi. " Ucap Andre yang masuk di lift yang sama dengan David dan menuju ke ruangan CEO.
-
To be continued
Instagram @elliemcruken_