Lucca Yang Banyak Luka part 2

1268 Kata
SCANDAL TUAN GRISSHAM [Episode 4 ~ Lucca Yang Banyak Luka part 2] " Lecek amat bos pagi-pagi. " Ucap Andre yang masuk di lift yang sama dengan David dan menuju ke ruangan CEO. " Jadwal saya pagi ini apa Dre? " tanya David yang berbicara dengan formal dan itu tandanya kalau David sedang serius apa yang akan sedang di lakukan atau saatnya ini menjadi antara atasan dan bawahan. " Jam... Terus... Jangan lupa nanti siang menjemput Tuan Muda Lucca dari sekolah. " Ucap Andre yang menyebutkan jadwal David yang sangat padat hingga malam. " Batalkan menjemput Lucca biarkan pengasuhnya saja yang menjemput karena hari ini sangat sibuk. " Ucap David dengan alasan yang masuk akal padahal David juga mencoba menghindar dan enggan untuk bertemu Lucca apalagi tadi pagi David membuat Lucca sedih dan David enggan untuk bertemu sekarang dan enggan untuk meminta maaf. " Okeh. " Ucap Andre tanpa curiga ataupun bertanya lebih lanjut karena memang hari ini sangat sibuk. " Oh ya Pak, hari ini juga Sekertaris Bapak mengundurkan diri dan akan di buka lowongan untuk bagian Sekertaris. " Ucap Andre menjelaskan apa yang terjadi hari ini dan David mendengarkan dengan seksama apa yang sedang di sampaikan Andre dengan mata David yang melihat map lainnya. " Oh ya hari ini ada rapat kan? " tanya David ambigu dan entah rapat dengan siapa yang sedang dibicarakan ini. " Iya banyak. " Ucap Andre sekena nya, ya mungkin rapat hari ini yang dimaksud oleh David. " Bukan ck, maksud gue rapat dengan investor dari Singapura itu loh! " ucap David yang kesal karena adanya sedang di ucapakan tapi tidak di mengerti oleh Andre yang notabene adalah asisten nya. " Oh yang itu, udah batal karena Mr Zen lebih memilih Jo Enterprise. " Ucap Andre dan seketika David langsung menggebrak meja karena kesal. Astagah! " Loh! Kenapa mereka yang menyerobot udah tau kita yang ketemu duluan dan udah deal. " Ucap David dengan kesal. Bukan karena kerjasama yang dibatalkan secara sepihak tapi juga karena Jo Enterprise adalah perusahaan pemilik pria yang telah berselingkuh dengan Jess dan ini adalah dendam pribadi. Bukan hanya merebut Jess tapi sekarang dengan terang-terangan mengajak bersaing dalam dunia bisnis. " Okeh! Cabut saham di Perusahaan Mr Zen, biar dia tau sedang berhadapan dengan siapa hanya selisih sedikit saja sudah berani membatalkan kerjasama sebelah pihak. " Ucap David yang dimengerti oleh Andre dan yang dilakukan David sekarang adalah hal yang benar karena buat apa kerja sama tidak saling menguntungkan dan hanya menguntungkan sebelah pihak. Nggak guna! " Ayok Pak, rapat akan segera di mulai. " Ucap Andre memanggil David agar segera menuju ke ruang rapat karena semuanya sudah menunggu. Dan dengan langkah angkuh dan terkesan jantan, mahal dan tidak gampang di sentuh. David melangkah terus saja dengan suara karyawati yang berbisik-bisik dan mengatakan... " Aduh ganteng banget. " " Duda, duda... " " Pak, lirik aku donk... Mumpung sama-sama single kita. " " Gue juga mau, mau. " Ehm! Suara deheman Andre yang langsung membubarkan para karyawati yang sedang mengagumi CEO itu. " Catat baik-baik sekarang! Siapa yang bergosip pada jam kerja akan di potong gaji setengah persen. " Ucap Andre yang kejam dan menggelegar di seluruh ruangan itu dan semuanya mendengar apa yang dikatakan Andre menjadi ketakutan. " Matilah! " " Nanti jangan lupa kasih pengumuman biar semuanya lihat. " Ucap Andre pada co asistennya yang sedang berdiri di samping yang langsung mengangguk mengerti. Benar-benar ya! David memasuki ruangan rapat dan langsung menjadi pusat perhatian dan orang yang ada di ruangan rapat langsung berdiri karena melihat CEO yang melangkah menuju kursi yang sudah di sediakan. " Mulai rapat nya. " Ucap David dengan wajah datar saat sudah sampai dan duduk di kursinya dan diikuti semua orang yang ada di ruangan itu segera duduk. Semuanya terdiam yang sedang membahas asal usul dari perusahaan dan pendiri Grissham Tower. - Lucca sudah pulang sekolah dan sedang menunggu di depan sekolah berharap David segera datang untuk menjemput Lucca dan Bik Painem yang sudah di kasih tau Andre kalau acara hari ini dibatalkan langsung melihat ke arah Lucca dengan tatapan sedih. Bik Painem bahkan masih tetap menemani Lucca yang masih bersemangat menunggu David yang katanya akan menjemputnya siang ini padahal tadi Bik Painem sudah mengatakan kalau janji itu batal tapi Lucca tetap kekeuh dan menunggu dengan banyak harapan. " Tuan Muda ayok pulang saja, kata Pak Andre tadi Tuan David nggak jadi jemput karena masih sibuk. " Ucap Bik Painem yang sudah mengatakan itu untuk kesekian kalinya dan untuk kesekian kalinya juga Lucca tetap dengan pendiriannya dan enggan untuk menurut pada Bik Painem. " Nggak! Papa pasti jemput Lucca! " ucap Lucca yang kekeh dengan pendiriannya hingga sekolah mulai sepi karena semua anak sudah di jemput orang tua masing-masing dan Lucca merasakan iri dan apa yang dikatakan Bik Painem memang benar kalau Papa nggak datang. Dan tanpa bisa dibendung lagi air mata Lucca tumpah dan menangis dengan keras hingga membuat Bik Painem khawatir karena Lucca menangis sambil berjongkok dan menyembunyikan wajah di antara lututnya yang kecil. - " Benar-benar sial deh gue! Beneran dipecat! " ucap Anna yang kesal karena kejadian dimana pria yang berkuasa itu datang dan menghimpit Anna di antara dinding kamar mandi dan semejak itu, Anna langsung di pecat pada pagi hari dan sekarang Anna menjadi pengangguran. Sekarang Anna sedang pontang-panting mencari pekerjaan karena Anna masih hidup dan memerlukan makan dan materi tidak perlu melimpah dan berlebih, secukupnya saja. " Aduh matilah, ada pemilik kost an lagi, gue kan udah di pecat dan belum dikasih gaji sekarang harus bayar kost an pake apa lagi! " ucap Anna dalam hati dan segera dengan diam-diam pergi dari kost an sebelum pemilik kost melihat keberadaannya kalau sampai itu terjadi maka matilah kau Anna! " Yes! " ucap Anna dalam hati saat sudah bisa melewati pemilik kost yang sedang menagih uang kost an tapi rasa senang Anna tidak bertahan lama karena pemilik kost itu melihat Anna dan berteriak memanggil Anna... " Anna kembali, waktunya bayar kost! Jangan telat dan jangan menunggak satu tahun lagi! " ucap pemilik kost dengan menggelar langsung membuat semua orang melihat ke arah Anna, Anna hanya meringis seketika karena yang dikatakan pemilik kost memang itu adalah kebenaran tapi jangan di katakan di kalayak umum dengan suara sekeras toak juga! His! " Nanti akan aku bayar setelah mendapatkan pekerjaan, aku pergi interview dulu. " Ucap Anna ikut berteriak dan yang sudah pasti semua orang yang ada di sana pasti mendengarnya, Anna mengatakan soal interview padahal Anna juga belum tau mau interview di mana karena Anna sedang mencari dan belum dapat! " Woi! Gue juga perlu beli pembalut! Jangan nunggak banyak! Gue perlu makan juga! Dasar sinting! " ucap pemilik kost masih dengan berteriak dan mengatakan keluh kesahnya padahal membeli pembalut sepuluh ribu juga sudah dapat banyak dan habis menagih uang kost hari ini juga sudah banyak yang membayar dan hanya beberapa yang belum termasuk si Anna itu dan itu sudah cukup untuk membeli pembalut bahkan satu kantung keresek dan juga membeli beras sekarung dengan telur sebanyak-banyaknya yang di mau. Kenapa menjadi dramatis sekali sih! " Lebay kamu lah! Habis dapat kerja langsung ku belikan pembalut yang ada di supermarket biar bisa kamu jadikan bantal sekalian! " ucap Anna lagi sebelum menghilang naik ojek yang sudah di pesan ya sedari tadi. Saat pemilik kost akan menyahut lagi tiba-tiba saja penghuni kost lainnya mengatakan... " Berisik lah Bu, udah nggak Anna juga nggak usah teriak-teriak nggak bakal dengan juga. " Ucap penghuni kost itu dan langsung di balas dengan dengusan pemilik kost itu karena yang dikatakan adalah fakta! Mau dikira gila apa? Pagi-pagi teriak begitu! Brak! Aw! - To be continued
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN