Hadiah yang diberikan Mondy sangat mengguncang hidupku. Kesehatan yang sejak hari itu tidak baik semakin menurun. Bergerak dari tempat tidur saja aku malas sekali. Pusing dan mual setiap saat. Aku masih menyembunyikan masalah video itu dari Ergi. Dia kelihatan tersiksa melihat kondisiku, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tidak mau dibawa ke dokter. Mungkin ahli medis akan mendiagnosisku kecapaian atau banyak pikiran. Lalu Ergi akan mengorek cerita sebenarnya. “Ergi sudah pergi?” Nada mengecek seluruh ruangan setibanya di sini. “Baru aja.” “Ada sesuatu yang harus lo lihat.” Nada memutar video berdurasi pendek itu berulang-ulang, membuatku semakin jijik. “Coba perhatikan. Lo nggak ngenalin orangnya?” “Gue, ‘kan? Entah gimana caranya dia bisa ngedit muka orang lain j

