Melihat Mondy di pesta pernikahan Nada pada awalnya biasa saja buatku. Toh Nada memang mengundang beberapa teman dekat. Atau mungkin Nada tidak sengaja memberikan undangan kepada makhluk itu. Aku tidak menghiraukannya. Kuanggap urusan kami telah selesai selama dia tidak mengganggu. Aku tidak datang dengan Ergi. Entah di mana dia sekarang. Sejak semalam aku meninggalkannya, aku disibukkan oleh urusan Nada. Bukan tugas berat seperti mengangkat sound system kok. Aku hanya menemani calon mempelai, mengajaknya bicara agar gugupnya hilang. Itu saja. Tidak seperti aku di hari pernikahanku, Nada gelisah dan cemas menghadapi hari besarnya. Barangkali karena ini pesta yang lama dia nantikan. Sementara aku dulu hanya memikirkan bagaimana pernikahan itu gagal. “Lo kayaknya rugi banget kalau ngg

