14 | Debar-Debar Si*lan

1475 Kata

  “Tuh ‘kan Ergi sudah sampai,” seruku begitu melihat mobil Ergi di halaman rumah kos. Tanpa menunggu Arya mematikan mesin, aku langsung berlari ke dalam. “Loh, mana? NAD! Lo di dalam, ya? Bukain pintunya!” gedorku pada pintu kamar Nada. “NADA lo dengar nggak sih?” “Apaan sih, Lala?” “Ergi mana?” Nada berdecak. “Gue tersinggung nih. Lo pikir gue sembunyiin laki lo dalam kamar?!” bentaknya. “Lo sensian banget sih. Gue itu tanya, laki gue mana? Lo lihat atau tidak?” Nada me-rolling bola mata. “Pakai gedor-gedor segala sih lo. Habis itu yang lo tanya apa, laki lo mana? Siapa pun akan merasa kayak gue sekarang.” “Ya udah, gue minta maaf. Ada mobil Ergi di luar, tapi orangnya nggak ada.” “Gue sudah berapa kali bilang ke elo, LALA! Ergi laki lo, jaga perasaan dia. Ngapain lo masih mau-m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN