Ikan-ikan ini kok mirip sama Ergi sih gemesinnya? “Tarik kailmu sebelum ikannya balik lagi ke kolam!” Aku segera mengarahkan ujung senar pancingku ke wadah tempat tangkapan kami. Sebelum itu, aku genggam si mungil yang menggeliat-geliat itu. Wow! Aku seperti melihat diriku sendiri. Awalnya takut dengan mata pancing, berusaha menjauhinya. Pada akhirnya aku terpikat lalu memakan umpan yang dilepas. Aku tidak boleh menjadi ikan! Aku harus tegas pada pendirian awal bahwa rumah tangga yang baru seumur jagung ini harus segera dikandaskan. Aku tak boleh ikut-ikutan Ergi semeyakinkan apa pun ucapannya malam itu. “Sudah?” Arya bertanya saat aku meletakkan peralatan pancing dan bukan menurunkan senar ke kolam. “Pulang, yuk, ntar malam Ergi mau datang lagi. Dia bisa ngamuk lihat gue keluar s

