15 | Tidak Terima Cowok Lain

1136 Kata

  “Gue enggak pernah menyimpan rahasia dari lo. Lo tahu itu,  ‘kan?” Ergi mengangguk. Kami sekarang ini sedang berkencan lagi. Setelah adegan ciuman di restoran beberapa hari yang lalu, Ergi makin sering mengajakku ke luar. Pergi makan mungkin sudah biasa. Malam berikutnya Ergi membawaku nonton. Jika kebanyakan orang berduyun-duyun untuk Avenger. Dia malah memilih film romantis bergenre spiritual gitu. Supaya gue sadar sama posisi gue kali. Tadi sore dia lebih mengejutkan lagi. Dia muncul tiba-tiba di depan pintu lalu tersenyum ganteng sedetik saat aku membuka pintu. Di masing-masing tangannya terdapat bungkusan besar. “Mau apa lagi ke mari? Kita enggak ada janjiankan hari ini?” kataku tadi dengan heran. Ergi mendekatkan bibir ke telingaku. Berbisik, “Enggak usah janjian segala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN