Gedung Convention Center pecah. Eh, bukan karena bom sih alasannya. Semua karena para wisudawan dan wisudawati yang heboh sendiri-sendiri. Suasana sangat ramai seperti di pasar. Ocehan, pekikan, tangisan, dan lonjakan. Yah jangan salahkan kami yang hari ini diwisuda. Ini hari kebebasan kami. Jadi kami leluasa mengekspresikan rasa sukacita dalam bentuk apa saja. Termasuk menjerit-jerit melihat kesayangan ikut hadir dalam hari bahagia ini. Stiletto tak jadi halangan. Tubuhku terayun sempurna saat berjalan mendekati dua sosok, lantas melompat sambil bertepuk-tepuk seperti Yogi saat melihat Abang Suami dan Princess kami. ”Pincess. Kamu cantik banget sih, mirip Bunda!” Toga kubuka dan kupasangkan ke kepala Ergi. Ijazah serta sebuket bunga dari Himpunan Mahasiswa Jurusan kuselipkan di keti

