Aku memilih duduk di kursi belakang rumah. Suasana taman kecil yang sejuk membuatku langsung jatuh cinta sejak pertama mengetahui tempat ini. Lagi-lagi Ares dibawa oleh Mama. Aku jadi merasa sedikit aneh. "Kamu dan Axel butuh waktu untuk berduaan. Kalian kan pengantin baru. Sebelum benar-benar pergi bulan madu, kalian bisa mencicil di rumah," ujar Mama sambil tersenyum menggoda saat mengantar Ares tadi pagi untuk mendapatkan ASI. Berduaan apanya? Tepat setelah Mama pergi, aku melihat wanita bernama Cla itu di rumahku. Mengingat apa yang dilakukannya tadi malam, aku kembali merasa kesal. Mengapa dia merusak kebahagiaanku dan Axel? Ya, Allah. Astagfirullah. Aku sadar kalau sejak semalam banyak berbuat khilaf. Seharusnya aku lebih mengontrol amarah. Beruntung Axel bisa menenangkanku tepat

