"Kayaknya lagi happy, nih." Aku menatap bosan pada Sean yang duduk di sebelahku tanpa permisi. Padahal beberapa hari ini dia sangat tenang. Kupikir dia sudah membiarkanku berada di zona damai. Sepuluh hari menikah dengan Nasha membuatku begitu ceria. Aku hampir melupakan semua masalah kantor kalau saja Sean tidak muncul. Dia memang berbakat merusak mood seseorang. "Tidak ke kantor?" Mataku masih menatap koran yang k****a. "Sean sedang malas. Bagaimana kalau Kakak yang ke kantor? Ini kan sudah sepuluh hari. Kakak juga tidak bulan madu, jadi mengapa begitu betah di rumah?" Aku baru saja akan menimpali perkataan Sean, tapi dia menyela. "Ah, pasti karena sekarang ada Kak Nasha," lanjutnya dengan senyum menggoda. Aku mendengkus dan meletakkan koran dengan sangat perlahan. Dari sudut mataku,

