21. Nasha

1777 Kata

"Mbak Nasha, suaminya ternyata lebih ganteng kalau ketemu langsung," celetuk Dina, salah seorang pekerja di panti milik Ustazah Nayla. Keningku berkerut. Memangnya dia pernah bertemu dengan Axel? "Kapan kamu ketemu Mas Axel?" "Barusan. Dia ke sini buat antar kue Mbak Nasha yang ketinggalan." Kerutan di keningku semakin dalam. Axel tidak jadi meeting? Atau dia menundanya? Kalau berniat mengantar kue, mengapa tidak menemuiku langsung? Mengapa harus dititipkan? Ini aku yang terlalu pemikir atau memang ada yang aneh? "Kok enggak kasih ke Mbak langsung?" tanyaku pada Dina, masih penasaran. "Katanya Mbak lagi serius diskusi sama Ustazah Nayla, jadi enggak berani ganggu." Jadi, Axel sudah melihatku, tapi malah memutuskan pergi? Oke. Aku merasa sedikit kecewa karena tidak bertemu dengannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN