BAB V Salah Jualin

1023 Kata
Sekitar pukul 10 ku sudah berada di rumah skit, tidur cuma 20 menitan saja. Hari ini sedikit tenang karena pasien sudah di oper keruang nipas semua. Aku buka komputer semua data sudah siap juga, memang besti aku terbaik ,gapapa besok pulang jam 8 pagi gantiin dia. Sekitar jam 11 malam aku minta temeni teman jaga aku untuk ke mobil aku buat ambil cemilan, tadi terburu-buru absen jadi gak ke bawah. Benaran sepi rumah sakit, yang nampak petugas jaga malam dan satpam.yang keliling RS. Sesampainya di parkiran mobil aku langsung membuka pintu tengah, karena aku letak disitu semua, lalu kami membawa ke ruangan dengan lari kecil. Dokter jaga hanya tersenyum memandangin kami karena pasti di kira ketakutan. Kami masih begadang dengan cemilan yang kami, suara dua ambulanve terdengar di IGD, kita tunggu aja punya kita atau yang lain. Merebahkan diri di ruangan pegawai, bisa istirahat kayaknya. Pukul 3 dokter jaga mengetuk ruangan kami, kami langsung segera membukanya. "Ada apa dok ucap temanku." "Numpang disini, horor banget di sebelah ucapnya." Kami menyuruh masuk dan dia tidur dengan matras di dekat pintu ruangan sebelah. Rumah sakit gak mungkin gak ada horornya. Kami sibuk bermain ponsel lagi, terdengar suara kursi roda seperti berjalan, tidak tau menuju kemana,selang beberapa lama suara tempat tidur pasien dorong berjalan juga kali ini ada suara kaki dan seperti lagi berbicara, berarti mengantarkan pasien ke ruangan. Jadi ikut ketakutan dan kami tertidur. Subuh kami terbangun semua, dokter jagapun sudah pergi menuju musholla atau kembali keruangannya. Selesai subuh masuk satu pasien rujukan tapi belum dilakukan pemeriksaan. Jadi masih kami periksa dan suruh cek semua dari keterangan rujukan sudah pecah ketuban dari kemarin sore. Kami langsung menghubungi dokter yang menangani. Sepertinya bakal di rujuk kerumah sakit lain, ada riwayat penyakit jantung juga dan hipertensi. Selesai melengkapi dokumen rujukan kami beri tahu ambulans untuk mengantar ke RS Buwono. Perawat yang biasa ngantar lagi sibuk karena ada pasien kecelakaan dan satu lagi sedang merujuk, terpaksa aku yang ikut. Suara ambulans kami sudah nyaring terdengar, terlebih ini pagi hari ramai ada yang bekerja,sekolah,kuliah dan lain-lainnya. Sesampainya dirumah sakit langsung ke bagian IGD dan serahkan semua berkasnya. Cukup ramah petugas-petugas rumah sakitnya, terlebih aku kenal seorang perawat disana. Selesai kami pulang kembali kerumah sakit, kami sarapan dulu dengan sopir jam sudah pukul 8 pagi juga. Selesai sarapan kami kembali kerumah sakit, aku masuk ruangan dan langsung operan dengan dinas pagi,mereka kedatangan 2 pasien baru. Aku langsung ke parkiran mobil dan berpapasan dengan dr.Riky yang menuju ruangannya. " Pagi dok ucapku " " Pagi Han, mau balik, hati-hati di jalan , ngantuk berhenti istirahat dulu ucapnya." "Ia dok, terima kasih jawabku sambil tersenyum." Sepertinya di dibalik tembok ada seorang pria yang melihatin aku aja, aku segera masuk mobil dan chat Abgku kalau mereka balik lagi, Abgku suruh aku balik ke dalam sebentar lagi nyuruh temannya yang bakal nyetir mobil aku berhubung dekat dengan tempat kerjaku. Gak berapa lama masuk panggilan baru dan aku menjawab. "Han saya Rian teman Bg kamu, keluar kamu saya sudah di depan ucapnya." Aku segera keluar dari ruang tunggu dan memberikan kunci mobil dan kami segera masuk kedalam mobil. Pria tersebut masih lihatin dan ketika kami keluar pagar merekapun pergi. "Makasih ya Bang, kalau gak ada bang gak tau aku hadapi lelaki obsesi itu ucapku." "Sama-sama dik ucapnya." Kami gak pulang kerumah, langsung ke bengkel ngantarkan bang Rian dulu, gak enak dirumah kan semua wanita gak mungkin bawah pria asing ,bisa di grebek warga yang ada. Sesampai di bengkel aku di antar bg Angga kerumah dengan motornya. " Mereka siapa sih dek?kok bisa gitu ma kamu obsesinya?Ucap Bg Angga." "Itu Bg di waktu aku kuliah, jadi ada dekat situ tempat tongkrongan, mereka itu gara-gara in aku sampai aku risih, Uda tamat kuliahpun masih kepoin aku ucapku." "Kalau jumpa ku beri pelajaran biar kapok ucap Bg Angga." "Ngpain bg ngeluarin tenaga buat orang gila gitu, buang-buang waktu aja ucapku." Sesampainya dirumah aku masuk kamar dan mandi habis itu baru makan. Selesai dandan aku turun ke bawah buat makan siang, karena gabut aku ikut lagi ke bengkel dan Bg Angga masih nungguin aku selesai makan Kak Indah juga lagi pulang kerumahnya. Sesampai di bengkel aku langsung dudukdi toko ternyata Bg Rian belum pulang juga. "Han, saya beli oli motornya satu ucap Bg Rian." "Oke ucapku sambil lihat Drakor di ponselku." "Han, Oli motor buka ini ucapnya." "Ini Oli motor kok, benar ucapku." Tangan ramah Bg Devan nyentil jidatku, aku langsung terkejut. "Abg sakit ucapku" "Jangan Drakor aja, oppa Korea, gak fokus itu oli apa yang kamu ambil ucap Bg Devan." Setelah ku lihat ternyata Oli buat mobil, aku langsung malu dan meninggalkan depan ke kursi dekat TV. Aku lanjutkan kembali nonton Drakorku berpindah kerumah sebelah. Kurebahkan diriku di sofa menikmati semilir kipas angin bisa tidur di kamar Bg Angga tapi enakan disini. Aku ketiduran cukup nyenyak, ketika aku bangun aku lihat pemandangan indah, roti sobek apakah aku lagi dikorea. Aku pura-pura aja masih tidur, disitu ada Bg Angga juga, ternyata Bg Rian numpang ganti baju dinas ,kenapa gak dikamar aja ganti semuanya. Selesai berpakaian dinas lengkap dia segera pergi bersama bang Angga, jantungku deg-degan mau copot rasanya, tu orang gagah banget. Aku bangun dan minta Bg Devan antar kerumah, karena sebentar lagi bengkel tutup dan Bg Anggapun pergi mengantar temannya ke kantornya. Aku di boceng Bg Devan sambil tersenyum mengkhayalkan sesuatu, bodoh amat di bilang orang gila senyum-senyum sendiri ma Bg Devan. "Bi ,beli bakso aja ya? Bakso jumbo jangan masak hari ini, ini uangnya beli 4 bungkus, buat aku, Bg Angga ,bibi dan pak Usman ucapku sambil kasih uang 150rb." "Oke neng, Bg Devan dan istri gak kemari lagi?ucapnya." "Gak kayaknya, Kak Indahpun lagi sibuk, sekarang buka usaha Roti disana ucapku." Aku langsung naik ke kamar dan mandi kembali karena sudah bau keringat baju ini, tadi dibengkel seperti bau bensin gitu. Selesai Magrib aku turun ke bawah, langsung makan, sendri lagi dirumah Bibi lagi makan bareng suaminya di samping rumah. Bosen dirumah, kalau keluar di omelin, kerumah Bg Devan gak berani karena lumayan jauh jaraknya dari rumah. Aku kembali kemar buat nonton saja, membawa cemilan dan baksonya. Mama Papa dua hari lagi baru balik, kesepian juga jadinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN