Tok
Tok
"Han ini makananya, cepat Abg mau pergi nongkrong nih ucapnya."
"Ia bentar ucapku sambil membuka pintu"
"Makasih Bg sayang."
Assalamualaikum. Ap kbar Han? (Bg Rian).
Baik bg, bg sendr gmn kbrnya? (Hana).
Baik, kamu gak malam mingguan? (Bg Rian).
Apa itu malam Minggu? Gaklah lebih baik tiduran nonton Drakor bg, Bg gak sibuk?(Hana).
Gak Han, cuma lagi ngumpul ma teman-teman asrama (Bg Rian)
Aku tidak membalasnya lagi karena menikmati film dan cemilan yang di beli Bg Angga.
Film yang ku tonton sampai buat ku baper, jadi ikutan sedih, aku terisak-isak jadinya. Gak berapa lama suara ponselku berdering dan mengakatnya.
"Assalamualaikum , sorry menggangu tidak" suara dari ponsel.
"Waalaikumsalam, gak? Jawabku masih terisak-isak."
"Han kenapa kamu? Lagi nangis ucap Rian".
"Ia Bg, nonton sedih banget, cowoknya tega banget jawabku mangkin mewek."
"Ya ampun Han, itu hanya film, rileks minum dan cuci muka ucap Rian."
"Abg sama aja ma yang lain jawab Hana mematikan sambungan telpon melanjutkan tangisannya."
Sampai rasa kantuk itu tiba dan tertidur pulas.
***
Astagfirullah di matikan telponku, memang ada yang salah ma ucapanku, wanita memang susah di tebak. Masih heran karena sebuah film bisa merubah moodnya begitu saja.
Rian masih belum bisa tidur memikirkannya.
Han kmu marah?
Han saya minta maaf klau ad salah kata.
Kenapa belum di balas juga pesanku, aku keluar dulu cari angin. Sembari jalan menuju kantin asrama menemui temannya untuk gabung.
"Kusut amat mukamu Rian,pasti cewek ucap temannya."
"Ia , moodnya berubah karena film, memang salah ya kalau ngomong itukan cuma film ucap Rian."
"Salahlah, Kitakan selalu salah di mata cewek ucap temanya satu lagi sambil tertawa."
"Ya sudahlah, Bu kopi satu ucapnya sambil menyulut sebatang rokok."
"Besok pesiar kemana kita ucap temannya."
"Ke taman yuk, cuci mata habis tu nonton bioskop ucap temanya satu lagi."
"Aku ngikut aja ucap Rian."
Rian menikmati kopinya, dan beberapa kehebohan terjadi.
"Weh! Ada yang bertamu di dekat lapangan ucap seseorang berlari."
Kami langsung berlarian juga ingin melihatnya, benar aja mereka adu jotos disitu. Kamu langsung melerai semuanya, memisahkan satu sama lain.
Rian langsung menampar ke dia pihak yang bertengkar.
"Apa kalian lakukan, bikin malu aja."
"Dia dulu ndan, pacar saya di ambilnya, teman tapi menusuk dari belakang ucap luis."
"Tidak ndan, saya hanya berteman denganya ucap deri."
"Kalian sama-sama salah, saya hukum kalian besok 50 kali keliling lapangan ucap Rian."
"Permisi, izin ndan, telpon komandan berbunyi di meja kantin."
"Mereka jawab kompak siap salah ndan."
Rian kembali ke kanti, ternyata panggilan dari Hana, ini sudah pukul 12 kenapa menelpon.
"Assalamualaikum, ia Han kenapa? Ucap Rian."
"Waalaikumsalam, Bg sory yang tadi, aku Uda tertidur ke bangun lagi, mimpi buruk ucap Hana."
"Ia gpp, istirahat lagi ya? Ud malam juga ucap Rian."
"Bg Rian, jangan di matikan ya telpony, aku, takut banget ucap Hana."
"Ia gpp, tidurlah, good night,nice to dream ucap Rian."
"Sama-sama ucap Hana."
Nih bocah ngegemesin, mood wanita gak bisa di tebak berubah-ubah. Rian membayar kopinya dan masuk kembali keasrama.
Dia membaringkan tubuhnya sambil tetap pnselnya berada di panggilan Hana, lagian itu ponsel pribadinya juga.
Juan yang lewat tempat tidur Rian meliha ponsel Rian masih menyala, Nih anak sleepcall, aneh sekarang jadi bucin akut ucap Juan dalam hati.
***
Pagi hari Hana sudah bangun, membantu menyiapkan bahan masakan, sementara Bibi lagi belanja untuk keperluan lainya. Aku bagian memblender bumbu-bumbu, Kak indah memasak bersama Mama.
"Ma, jadikan petainya, soalnya enak banget tu udang sambal campur petai ucap Hana."
"Uda sayang, tu Uda semua, Mama mau masak rendang dulu,paling lama matangnya ucap Mama."
"Uda ma, ada lagi yang meski aku kerjain ucap Hana."
"Belum ada, tinggal nunggu bibi sebentar lagi."
Aku lihat bocil di ruang TV bersama semuanya, tetapi semuanya juga fokus dengan tontonan kartun yang diputar.
"Han, tolong jaga dan aduk ini sebentar Kakak mau nyuapin Neon ucap Kak Indah."
"Sipz Kak ucapku sambil mengambil alih mengaduk masakan tersebut."
Gak berapa lama bibi datang langsung masak kembali semuanya. Menu rendang, mie goreng, sambal udang petai, Ayam goreng tepung dan minuman es campur. Selesai semua kami susun di meja panjang yang sudah disediakan. Bukan hanya temanku yang datang, anggota kerja bengkel, teman Bg Devan, beberapa teman Papa yang juga mau berkunjung dirumah. Selesai semua kami bersiap mandi dan dandan.
Benar saja setelah kami siap beberapa temanku datang dan aku segera menyambut mereka.
"Silahkan masuk,duduk mau minum atau makan silahkan ucapku."
"Terima kasih semuanya duduk di karpet yang tergelar diruang tamu."
Aku menghidangkan kue dan buah untuk mereka.
"Makan jangan malu-malu ucapku."
Mereka menikmatin hidangan semuanya, kami saling bercanda tawa.
"Assalamualaikum ucap dr.Riky dan yang lain."
" Waalaikumsalam,Silahkan masuk dok dan Bg ded ucapku."
"Ia Han terimakasih ucap mereka."
Silih bergantian tamu datang, kami sekeluarga bolak balik menyambut, sepetinya temanku sudah semua, anak-anak bengkel juga sudah , tinggal teman-teman Papa dan Bg Devan yang belum.
"Assalamualaikum ucap suara pria dan wanita".
" Waalaikumsalam.Masuk Bon ucap Papa."
Aku terkejut itukan orang tua Bg Rian, kenapa datang juga.
"Kenalkan ini anak-anakku semua, pasti sudah kenal yang laki-laki, ini anak perempuan aku, menantu dan cucuku ucap Papa."
" Ini Uda kenal, Hana yang kemarin ikut antarkan Rian sekolah ucap Mama Rian"
"Ia ma benar juga ucap Papa Rian."
"Lah Uda kenal rupanya, ayok duduk ucap Papa."
Kami menyalami satu persatu, aku langsung menghidangkan kembali kue dan buah, setelah itu aku kembali ke kamar, sudah gerah mau mendinginkan diri sejenak.
"Anakmu cantik Hen, bisalh be besan kita ucap Papa Rian."
"Aku gak bisa maksa, biar mereka pilih sendri yang mereka mau ucap Papa."
"Ia juga sih, seperti kami gagal punya mantu, tapi syukurlah di jauhkan menantu seperti itu ucal Papa."
"Yang terbaik untuk kamu bon dan keluarga kamu masih dilindungi Allah ucap Papa."
Mereka saling ngobrol satu sama lain terutama Mama-Mama yang langsung akrab.
Aku masih merebahkan dengan AC Vol 16, gak tau lagi sudah gerah dari tadi.
Gak berapa lama teman Bg Devan juga datang, yang sudah kenal juga semuanya ngobrol bareng di ruang tamu. Sampai sore hari juga semuanya ngobrol bareng, aku ketiduran juga akhirnya dan segera bangun.
"Sayang ini Tante , om dan yang lain mau pulang ."
"Ia ma, ucapku."
Akhirnya menyalami semuanya dan mereka telah pergi. Aku langsung merebahkan diri dikarpet selesai semua rasanya.
Semuanya melihatku hanya tertawa, dan akhirnya aku bangun dan kembali membantu merapikan semua kembali ketempatnya. Untuk cuci piring kami juga memanggil orang untuk dipekerjakan hari ini.
Selesai semua rapi aku naik ke atas untuk mandi dan rebahan lagi rasanya.