Acara hari ini cukup haru dan bahagia akhirnya aku selesai magang juga. Ku banyak dapat hadiah juga hari ini sebagai kenang-kenangan dari mereka. Khusus tim rumah Vk besok kami mengadakan makan bersama di rumah aku acara dari pagi sampai sore.
Selesai membagikan semuanya aku pamit pulang, kami juga berfoto-foto buat kenang-kenangan.
Sesampainya dirumah, aku heran ada beberapa buket besar yang datang. Aku cek satu-satu ternyata dari direktur rumah sakit, dr.Riky, dari ruangan-ruangan yang ada di rumah sakit tersebut.
Gak nyangka sebanyak ini jadinya, aku buat story di media sosial aku. Sebenarnya yang kesenangan bocil, dia lihat buket jajan semangat banget. Dikiranya acara ulang tahun, karena ada kue tart juga pemberian dr.Riky.
Aku langsung mandi dan segera turun kebawah. Sore hari kami mau belanja ke supermarket buat acara besok. Aku turun ke bawah di sambut dengan bocil yang membawa piring dan sendok.
"Onti Hana, ayok potong kuenya ucapnya."
"Lah kenapa gak dipotong dari tadi bi makan saja ucapku.
Aku memotong beberapa bagian, aku beri ke bocil dan yang lain tinggal ambil sendri.
Aku mau menikmati makanan hari ini, kesukaan aku kepiting. Masakan Mama,tapi Mama sama Papa masih ada urusan diluar.
Bocilpun gak mau kalah, diduduk mau ikut makan keping juga.
"Kamu jangan ikut makan kepiting masakan Mama aku ucapku."
"Onti bagi ya, sedikit aja ucap Bocil memohon."
Dengan ke jahilanku ,ku beri capitnya ke piringnya. Dia menjilati capitnya,aku tertawa kekeh.
"Bagus ya anak aku kamu kerjain, ucap Bg Devan sambil mengacak rambutku."
"Abg ,kusut rambutku, gak loh ini aku bukain capitnya ucapku sambil ambil alat pembuka capit kepiting."
Kamu berdua menikmati seafood saus Padang yang Mama buat. Makanan penutup kue tart yang sudah ku potong. Aku ikut gabung ma yang lain selesai cuci tangan nonton TV. Karena aku risih aku bangkit mau mandi kembali, amis dari kepiting melekat rasanya, terlebih bocil sudah duluan di mandikan Mamanya juga.
Aku nonton TV di kamar saja, karena bocil bakal gangguin kalau nonton di luar sekalian mau istirahat juga. Aku pilih film drama China saja, ada film keluaran terbaru sepertinya seru untuk di tonton. Aku lihat ponsel banyak ucapan selamat, terlebih di media sosial ku , penuh dengan komentar ucapan selamat beberapa ada teman Bg Devan juga yang ikut memberi ucapan.
Kalau Bg Rian mengucapkan melalui wa langsung denganku.
Assalamualaikum, selamat ya Han (Rian)
Kenapa semuanya gini, cuma perpisahan magang, ternyata banyak yang sayang ma aku. aku terharu melihat banyak yang support seperti ini. Aku rasakan kantuk, tidak lupa pasang alarm, nanti jam 4 kami berangkat belanja ke supermarket.
Pukul 4 aku bangun dan langsung ganti baju saja. Aku turun ke bawah dn ternyata semua sudah siap juga. Aku merindukan Mama langsung saja memeluk dan menciumnya.
"Ma rindu ucapku menghujani cium pipi."
"Mama juga sayang, tapi Mama gak mungkin membiarkan Papa sendri disana ucap Mama."
"Masih lama lagi nih ucap Bg Angga."
"Ganggu aja masih kangennan ma Mama ucapku."
Kami semua langsung masih mobil, bocil ikut saja dan nempel dengan Oma nya. Sepanjang jalan aku menjahilin bocil, ku sangat suka anak-anak apa lagi usia yang menggemaskan.
"Oma onti sama Om-om kemarin itu ucap Bocil."
"Om siapa ? Ucap Mama."
"Satu Om dokter satu Om yang main ola Voli celotehnya masih celat."
"Gak ma , dokter itu Riky yang ku ceritain sekarang jadi Kakak angkat aku, yang voli siapa? Banyak temenku main voli ucapku membela diri."
"Onti, om tentara loh yang Voli ucap Bocah polos itu."
Seketika Bg Angga ketawa kencang. Bocil ini ku gigit lengannya dengan gemasnya.
"Ia Oma, Om itu lihatin onti terus kemana aja sambil tersenyum ucap bocil."
"Anak kecil memang selalu jujur ,gak bisa boong Han ucap Bg Angga."
"Ahkkk kesal aku ucapku merengek."
Semua tertawa kekeh dalam mobil, aku kalah dari anak kecil yang masih ngompeng dan Dodot.
Sesampainya di supermarket satu troli besar di dorong Bg Angga, kami memilih bahan kering terlebih dulu, beberapa barang juga habis . Kami ke bagian sabun, baru bahan kering beras,bumbu ,tepung ,kecap,saus dan lainya.
Setelah itu ke bagian sayuran, buah dan habis itu perlaukan. Bocil juga dengan Mamanya belanja sendri, karena belanja pempers ,s**u ,Snack dan kebutuhan mereka dirumah juga.
Aku memilih aneka seafood juga untuk bahan lain besok di beli dipasar oleh BI Inah.
Aku memilih beberapa jajanan , aku pamerkan ke bocil.
" Ma, kopi jangan lupa , favorit Papa dirumah juga habis ucapku."
"Ia , mau buah apa aja ucap Mama?
"Semangka, anggur, apel, pear ,bingung apa lagi ucapku."
"Semua aja Hana buah-buahan kamu sebutin ucap Bg Angga sambil menarik tasku."
"Ih , Abg sakit, Abg traktir makanan ucapku."
"Ia nanti, malam ya beli ya ucap Bg Angga."
"Pacarmu ajak nanti malam ucap Mama."
"Tidak bisa dia ma, lagi keluar kota ma temannya ucap Bg Angga."
Kami selesai menunggu antrian di meja kasir.
Bocil belum juga selesai karena merengek minta di beliin jajan dan mainan yang ada disupermarket.
Setelah di bujuk akhirnya mau pulang juga, bukan gak mau takut nanti terbiasa seperti itu. Cukup anacam Om Angga nanti matanya loncat, sudahlah dia takut.
Aku membantu Bg Angga masukin belanjaan ke bagasi mobil. Kami sudah di mobil semua, dan Bg Angga melajukan mobilnya.
Aku masih sibuk dengan ponselku, aku lihat beberapa chat temanku. Aku rasa ada bau masam apakah dari perdagingan,seafood atau apa. Aku membuka kaca mobil, sepertinya ini bau semerbak dari bocil.
"Kamu pup ya ucapku ke bocil."
Dia cuma tersenyum dengan muka mengedan.
Yang lain cuma tersenyum melihatnya.
Sesampainya dirumah aku langsung ke kamar, Mama aku paham kenapa? Aku memuntahkan yang tertahan dari tadi. Kelemahanku memang hal tersebut. Gak berapa lama aku kembali lagi ke bawah dan membantu menata semua barang belanjaan.
"Papa! Aku rindu ucapku lihat Papa keluar dari kamar."
"Oh putri kecil Papa ucap Papa memelukku."
Muncul bocah kecil yang sudah berganti pakaian.
"Itu Opa aku jangan peluk-peluk ucap Bocil."
Papa langsung menggendongnya dan mengecupnya dan membawanya keruang TV.
"Ih kasih di tinggal Papa ucap Bg Angga."
Aku merengut dan kembali menyusun belanjaan. Mama dan bibi lagi meracik bumbu-bumbu buat besok. Selesai semuanya kami mulai malam malam, Bg Devan juga sudah sampai. Selesai makan kami langsung ke aktifitas masing-masing, aku langsung merebahkan tubuh di kamar sambil menonton film. Aku masih sibuk dengan ponselku ,gak berapa lama ada pesan Bg Angga.
Mau jajan apa Han, Bg mau keluar nih (Bg Angga).
Martabak telur dan pisang colak (Hanna).
Oke sipz (Bg Angga).
Aku langsung kembali fokus dengan tontonan ku.