BAB VIII Tanda Persaudaraan

1008 Kata
Selasi operan aku langsung pamit pulang, dan sudah izin Bg Angga untuk pulang dengan dr Riky. Aku sudah berada di parkiran ,ternyata dr.Riky sudah menunggu di dalam. Kami sudah terbiasa dengan gosip sliweran kami berpacaran sampai ke negatif juga ada. Mental baja, tangan di gunakan menutup telinga saja dan masa bodoh dengan mereka. Aku ngobrol sama dokter dan beberapa acara hari Sabtu besok untuk perpisahan dengan semuanya. dr.Riky juga bakal segera memberikan lamaranku ke staf disana. Aku masih sibuk dengan ponselku memperhatikan kelucuan story 3 bestiku. dr.Riky ternyata mencuri pandang dari tadi. Aku tidak sengaja melihat kembali story Bg Rian. Ku melihat juga beberapa status kelaluargaku yang unik, ada yang posting usahanya, ada posting anak , ada posting galau dan kedua orang tua posting suasana pantai. Aku masih fokus dengan ponsel tanpa sadar sudah sampai rumah. Aku turun dan mengucapkan terima kasih ke dr. Riky. "Makasih dok ucapku." "Sama-sama Han ucap dr.Riky." Tidak tahu kenapa aku menjadi segan dr.Riky , sikapnya terlalu baik denganku. Kadang aku berpikir apakah dia menyukaiku, kalsu itu terjadi aku tidak tau. Aku langsung naik ke kamar dan mandi. Selesai aku mandi dan berpakaian Ku turun ke bawah dengan membawa box yang harus disiapkan untuk sovenir perpisahan. Aku tinggal chat pasukan hari ini, karena banyak banget. Aku merasakan lapar kembali dan langsung duduk di kursi. Selesai makan aku kembali menyusun Bros jilbab ke box yang disiapkan. Gak berapa lama Bg Angga sampai juga dirumah, dia aku suruh bantu memasukan semuanya ke bok yang tersedia. Bg Angga selesai masuk ke kamar kembali' untuk membantu aku. Aku perhatika Bg Angga seperti ada masalah apalagi storynya galau terus. Gak berapa lama Besti aku datang untuk membantuku. Mereka antusias dalam memasukan boxs kecil semua sovenirnya. Setelah tinggal beberapa lagi aku segera dapur buatkan mereka minum dingin dan beberapa cemilan. Setelah selesai mereka langsung pamitan dan minta maaf tidak bisa lama karena ada urusan. Aku sedikit senang semuanya terleah selesai kami kerjakan. Aku menyusun semuanya ke dalam kerdus. Aku kembali kekamar ada rasa kantuk, terlebih ini sore hari, ku pasang alarm saja. Aku membaringkan tubuhku di kasur yang empuk dengan kantuk yang sangat erat. *** Hari ini sedikit pelatihan dari komandan dan pelatih. Kami telah kembali ke asrama yang di sediakan. Di dalam Rian mengcek ponselnya, disana terkejut Hanna melihat beberapa storynya. Dia juga gantian melihat story Hana. Hana kamu manis banget kalau tersenyum, terlihat lesung pipimu yang cuma sebelah sana. Beberapa rekan lettingnya menggoda Rian karena sedang memandangi sebuah foto wanita ya cantik. "Siapa tuh, pandanging terus ucap Teman kamarnya Dimas." "Gak Mas, ini lihat story aja ucap Rian." "Lihat story itu scrol dan gak fokus ke satu saja ucap Dimas Menggoda Rian." Rian langsung menyimpan kembali ponselnya, dia bersiap untuk makan malam , makan malam diasrama . Makan malam di asram waktu di batasi dari jam 6 sampai pukul 7 saja. Rian ikut mengantri , meskipun antriannya panjang karena takut tidak ke bagian lauk. Rian mengambil lauk dan sayur tidak banyak. Dia duduk dengan temannya di meja makan panjang yang telah disediakan kanting. Setelah ini masuk beberapa lagi pembelajaran di kelas. *** Hana telah bangun dari tidurnya segera mandi, niatan mau nonton voli sebentar saja. Sesampainya di lapangan voli, aku duduk di kursi untuk melihat pertandingan tersebut. Suara kajian Sholawat mesjid membuat mereka menghentikan permainan dan pulang kerumah masing-masing. Aku juga ikut pulang jalan bersama Bg Angga. Sesampainya dirumah aku langsung naik ke atas sambil menunggu suara azan berkumandang. Selesai sholat magrib aku langsung kebawah untuk makan malam dengan Bg Angga. Selesai makan malam Bg Angga ma pergi. " Bg mau keluar titip dong cemilan ucapku." "Oke sipz chat aja." Gak berapa lama ada panggilan telpon dari dr.Riky aku menjawabnya. Panggilan berlangsung 30 me it disana membahas seputar kerjaan dan lainya. Dari semua perhatian dr.Riky membuat salah paham, ternyata selama ini aku di perlakukan seperti itu karena dia sayang sebagai Kakak. Dia ingin aku menjadi adiknya, sebelumya dia pernah punya adik tetapi Tuhan lebih menyayanginya. Aku ke ruang TV untuk menonton drama Korea yang baru saja keluar. Aku mulai membuka ponselku , aku masih sibuk dengan melihat story beberapa orang, aku mulai candu lihat story Bg Rian yang cukup seru. Aku juga ada komen beberapa di status medsos orang karena kegabutanku. Film yang aku tonton sangan sweet banget, terlihat beberapa adegan yang menunjukan hal yang romantis. Gak berapa lama Bg Angga balik dengan dua tentengan cemilan di tanganya. Aku menyambutnya dengan senyum lebar, maklum cewek kalau Uda cemilang semangat sekali. "Makasih Abgku yang tampan ucapku sambil mengambil plastik yang di bawahnya." "Sama-sama adikku yang manis dan cerewet." Dia langsung meninggalkan ku dan masuk ke kamar dalam kamarnya. Sungguh nikmat nonton dengan beberapa cemilan di meja. Aku mulai merasa kantuk terlebih besok aku meski dinas pagi. *** Aku terbangun langsung mandi dan bersiap dengan pakaian dinasku. Aku mempercepat diri agar tidak telat sampai tenpat kerja. Beberapa sovenir tidak ku bawah karena nanti sekalian saja dengan snak box. Aku ke meja makan untuk sarapan pagi. Selesai sarapan kami langsung bersiap berangkat ke tempat kerjaku. Aku langsung naik ke motor Bg Angga karena takut telat Bg Angga membawa motor dengan cepat, kami menggunakan jalan alternatif buat tidak terjebak kemacetan. Aku langsung pamit dengan Bg Angga. Aku mulai mengisi absen kehadiran. Sesampainya diruang seperti biasa kami berdoa bersama dan operan pasien. Pasien cuma satu di dalam ruangan, menunggu untuk pemeriksaan dokter. Gak berapa lama dokter masuk dan memeriksa pasien. Ternyata pasien hari ini bakal operasi. Aku mulai menyiapkan pasien untuk keruangan observasi terlebih dahulu sebelum besok operasi. Aku membuka komputer menyiapkan semua kerjaan hari ini. Siang hari snak box dan beberapa accesoris aku di antar satpam keruanganku. Aku langsung membagikan semuanya ke teman, dokter dan kangkung. Sebagai perpisahan besok tidak lagi bekerja disini. Beberapa ada yang sedih, bagaimana lagi. "Terima kasihan bakal sunyi deh ruangan ini tanpa kamu ucap Bidan di ruangan ini." "Sama-sama, sepertinya bakalan merindukankan kalian semua ucap Hana." " Ini kamu punya kenang-kenangan dari kami ucap teman sambil memberikan Totebag kepadaku." "Makasih banyak ucapku sambil memeluk semuanya." Selesai semua pembagian telah selesai dan aku telah kembali keruangan juga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN