Aku berjalan gak jauh dari pintu masuk gerbang kompleks ada pedagang jajanan berjejer Banana Roll, pisang coklat, kebab,ayam penyet,mie ayam, bakso,martabak ,sate, minuman dan lainnya.
Aku memilih membeli pisang cokelat, sate kambing, minuman matcha tidak lupa buat orang di rumah beli martabak telur dan martabak kacang. Aku asyik memilih makanan apa lagi yang ingin ku beli dan benar saja bertemu teman-temanku yang lagi nongkrong.
"Andi law, nongkrong kalian disini ucapku menyapa mereka.".
"Han gabung, Bu bid dipersilahkan ucap Rehan."
"Bentar aja ya masih ada kerjaan ucapku."
"Duduk, ini tela-tela, bakso bakar ucap Andi sambil menawarkan satu-satu jajanan yang mereka beli."
"Minum apa Mika, nanti kamu serat ucap Rehan."
"Ini aku beli tadi, ini aja, masih nunggu martabak yang masih di buat juga, kalian mau nambah lagi jajanannya gak ucapku."
"Uda kenyang kami, dari tadi disini, eh kemarin teman Abgmu keren banget main volinya ucap Rexi."
"Ya begitulah, dia atlet dulunya, Uda gitu juga seorang Abdi Negara ucapku."
"Berarti bisa belajar ma diakan, lagian tetangga kompleks juga ucap Andi."
"Belajar giman orangnya lagi tugas luar kota, mungkin 3 bulan lagi baru balik ucapku."
Kami mengobrol panjang sampai pukul 10 malam dan aku pamit pulang ke mereka, teman aku di kompleks kebanyak cowok cewek hanya satu dua saja yang sebaya denganku. Sesampainya dirumah aku masih lihat Bapak dan bibi masih duduk di kursi samping rumah dan aku menyerahkan makanan yang aku beli tadi. Aku lihat Bg Angga lagi nonton di atas dan aku ikut gabung sambil membawa jajanan tadi.
"Cepat amat ngapelnya Bg ucapku."
" Kak Kiki gak di rumah pergi ma temannya, jadi gak tau kemana pulang kerumah saja, Cafe Riko tutup juga jawabnya."
Kami menonton film genre komedi, membuat kami tertawa terbahak-bahak dibuatnya.
" Bg ku bawak pasukanku kemari membantu pekerjaan untuk hari Sabtu acara perpisahan di Rumah sakit ucapku."
"Oke boleh, Abg suruh Kak Kiki juga biar bantu juga ucap Bg Angga."
Sebenarnya aku tidak suka dengan Kak Kiki ini, dia kelihatan sombong ketika ada Bg Angga atau Devan berubah baik ,jika tidak ada ngomong ketus, kami sama Kak Indah sedikit kesal kadang terlebih bocil kami kelihatan tidak sukanya dengan anak-anak, pernah tidak sengaja aku lihat bersama Kak Indah dengan sengaja mendorong bocil hingga jatuh dipasiran. Dari situ Kak Indah dan aku tidak respek lagi denganya.
Ini hubungan mereka ,mereka yang jalani,aku juga berdoa kalau buruk jauhkan dari keluarga kami. Aku sudah mulai mengantuk dan langsung pamit untuk tidur sama Bg Angga.
Assalamualaikum.Han besok pagi keruangan saya setelah apel pagi hari. (dr.Riky).
Waalaikumsalam.ia dok (Hanna).
Aku merebahkan tubuhku dikasur sambil lihat ponselku, aku jarang lihat story orang kecuali teman terdekat dan keluarga. Aku melihat story sangkin asyiknya aku terbuka story Bg Rian yang sedang mengunakan baju putih celana hitam di ruangan belajar seperti sekolah. Aku juga melihat beberapa storynya mengunakan baju seragam dengan temannya berfoto sampai akhirnya aku tertidur.
Pukul 6 aku terbangun langsung mandi dan bersiap-siap buat dinas pagi hari ini, Minggu ini terakhir aku magang di rumah sakit tersebut.
Aku sudah menyiapkan berkas untuk keperluan melamar pekerjaan, maksud pesan dr.Riky adalah aku menyerahkan berkas ke dia pagi setelah apel pagi.
Aku buat story
Masih pagi sudah badmood
Story kedua ku masukan fotoku dengan caption semangat bekerja dengan emot tersenyum.
Sambil memasukan barangku di tas kecil dan merapikan jilbab ku.
Aku segera turun Bg Angga sudah menunggu dimotornya. Kami menelusuri jalan-jalan tikus karena jam segini rawan macat, tempatku lumayan jauh dari rumah.
Sesampai di kerjaan aku langsung mengisi absen dan menunggu di ruang tunggu untuk apel pagi hari.
Selesai apel aku langsung ke ruangan dr.Riky dan benar dokter masih di depan ruangan ya.
"Dok, berkasnya, terima kasih ucapku sambil menyerahkan berkasnya."
"Ia Han, sama-sama, selamat bekerja ucapnya memasuki ruangannya."
Aku langsung masuk keruang VK, disana kami berkumpul untuk berdoa bersama dan setelah itu operan pekerjaan. Pasien telah di oper keruangan observasi dan nipas, hari ini jadwal kuretase 1 pasien untuk operasi dan partus normal kosong. Ku mulai menyiapkan semua peralatan, steril alat-alat, dan membuat laporan di komputer ruang.
Gak berapa lama masuk perawat dari ruang bayi masuk mau minjam selang oksigen bayi, karena selang disana mereka lagi kosong samapi menunggu keluarga pasien menebus di apotik.
" Kak nanti kami ganti ya? Ucapnya."
"Ia dek ucap Nuni."
Aku masih sibuk dengan layar komputerku, kami berbagi tugas semuanya.
Gak berapa lama masuk pasien dan bersamaan dokter juga masuk.
Pasien sudah berada di ruang kuret. Kami berbincang dengan dokter anastesi sambil menunggu obatan yang di ambil oleh rekanku.
Kami membahas seputar kejadian lucuan di ruangan, membahas dokter ruang dua yang ketakutan saat dinas malam.
Setelah datang obatnya semua bersikap biasa saja dan kembali keruangan.
Banyak data yang ku harus masukan hari ini, terlebih hari Jum'at juga biasanya karena Sabtu Minggu sistem apliksi tutup.
Aku tidak tahu berapa lama dr.Riky berdiri di belakangku sambil memperhatikan monitor komputer.
" Hmm, Han itu kamu entri saja yang sudah biar cepat ucapnya."
"Ia kah,dok ucapku."
"Gini caranya ,ucapnya sambil mengambil mouse mengklik semuanya hingga tinggal sedikit lagi."
"Terima kasih dok ucapku."
Aku langsung melihat dokter masuk kembali keruangan kuret.
Sekitar satu jam juga siapa pengerjaan kuretasenya. Mereka sudah keluar semua dari ruangan dengan muka lelah dan berkeringat, terlihat baju kaos mereka gunakan basah.
Rungan sudah di bersihkan oleh petugas dan telah disepektan, pasien sudah dipindahkan ke ruang nifas.
Kami menyerahkan pakaian kotor pasien dan bayi yang seukuran cicak dengan di bungkus kain beserta urinya yang kecil.
Waktu Isoma tiba, aku tidak bawa bekal dan makan di kantin saja.
Sesampainya kami di kantin, sudah ramai rekan-rekan sejawat.
"Han, sini bareng kami ucap dr.Riky."
"Ia dok ucapku bersama temanku."
"Han,belum kelar cerita kita tadi ucap dr.anastesi Bambang."
"Dokter ini, sukaan gosip ucapku."
"Hiburan saja ucapnya sambil kekeh mengingat kejadian lucu di alami para medis ."
Kami jadi ikut ketawa mengingat hal tersebut, banyak yang melirik kami. Suara tawa kencang dari dr. Bambang melihat dokter yang di ceritakan datang. Di kantin ini kebanyakan tim medis saja. Kami menikmati makanan yang telah kami pesan, saat makan sedikit yang berbicara. Selesai makan kami langsung berpencar ada yang kembali keruangan dan ada yang ke Mushola.
Pulang dari musholla aku langsung masuk ruangan. Beberapa pasien mulai masuk mungkin ada 3 orang. Selesai semua di periksa dokter langsung kami siapkan satu-satu untuk pindahkan keruangan observasi dan dua untuk operasi Cesar tapi untuk besok dan nanti malam. Aku segera menghubungi orang lab untuk pemeriksaan pasien.
Kami sebagai menjelaskan keluarga pasien dan menyiapkan berkas persetujuan tindakan untuk pasien.
Aku Uda mulai kram di kaki, dari tadi duduk lama dan jalan sana sini, terlebih ada beberapa pasien dari IGD VK butuh bantuan karena pasien masuk dengan eklamsi untuk melakukan pertolongan pertama sebelum di rujuk kerumah sakit lain.
Aku sedikit dongkol dalam hati karena keluarga pasien menolak untuk di rujuk kembali kerumah sakit lain. Setelah beberapa kali penjelas baru mereka mengerti ,itupun bantuan dr.Riky, beberapa perawat dan dokter jaga IGD di bentak mereka karena menolak rujukan.
Ketegangan disana di kawal juga dengan satpam, karena takut sama-sama emosi aduh jotos.
Aku kembali keruangan bersama dr.Riky, dia tidak suka juga rekan sejawatnya di bentak-bentak apalagi dr.poli VK cewek yang jaga.
Aku masih ngedumel sambil di jalan karena ke egosian keluarga bisa berakibat fatal.
"Kamu mau pulang, nanti kita pulang bareng ya ucap dr.Riky."
"Ia dok ucapku sambil menuju ruangan."
Aku langsung masuk ruangan dan bersiap buat operan dengan petugas dinas siang yang sudah datang.