*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Kepergian Dita bersama dengan ayah dan kedua anaknya membuat keadaan rumah orang tua Aji lenggang. Keluarga yang masih berkumpul memilih menbisu setelah melihat bagaimana kondisi Aji sekarang. Lelaki itu tampak menangis tersedu-sedu, bagaimana tidak, setelah mengucapkan talak dengan secara tidak langsung. Aji juga harus menerima kemurkaan sang ibu dengan derai air mata yang membuat Aji seakan tersadar tindakannya sudah menyakiti banyak orang. "Bapak gak akan senang sama keputusan kamu Ini, Aji. Kamu sadar gak dengan apa yang udah kamu lakukan? Sadar gak sih." Teriak murka sang ibu membuat Aji semakin tergugu dalam tangisnya. Lelaki itu sama sekali tidak kuasa mengangkat kepalanya meskipun itu hanya sekedar melirik saja. Ia mengakui telah salah dalam

