*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Agil terbangun dengan wajah yang kusut. ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Dirinya tadi tertidur setelah melaksanakan sholat subuh. Mengerjapkan pelan matanya, ia terkejut dengan Anggita yang sudah duduk di atas ranjang dan tengah menatap kosong ke luar jendela kamarnya. Dengan pelan, Agil menghampiri wanita itu. Lalu mengecup pelan keningnya. Anggita terkesiap. Wanita itu mengerjap pelan lalu menatap Agil dengan sendu. Agil sendiri mengerti arti tatapan itu, hanya saja ini terlalu pagi untuk membahas hal-hal yang berat. "Aku mandi dulu, kamu di sini dulu yah. Jangan macem-macem, atau aku yang bakal ambil tindakan. Kamu tau aku gimana kan, yang?" Anggita hanya diam, sebenarnya wanita itu tertegun sejenak begitu mendengar ka

