Act

1549 Kata
Permainan judi itu akhirnya berlanjut hingga dini hari, apalagi dengan adanya hadiah ‘gadis bisu’ yang sudah ada di depan mata menjadikan mereka sangat bersemangat, sesekali pria-p****************g itu mengerlingkan matanya dengan genit ke arah gadis yang saat ini diikat di tiang, membuat ia berkali-kali merasa ingin muntah. Ronde demi ronde berlalu hingga akhirnya si pria botak lah yang menjadi pemenangnya. Si pria botak bangkit dari tempat duduknya, dengan terhuyung-huyung ia berjalan ke arah gadis bisu itu dengan senyum penuh kemenangan, sementara beberapa yang lain sudah mabuk tak berdaya di halaman. “Hei botak, jangan kasar-kasar pada si nona bisu, kasihan dia tak bisa meronta!” seletuk salah seorang dari anggota komplotan yang diikuti oleh gelak tawa yang lain. Si botak menatap ke arah si ‘gadis bisu’ menyentuh dagunya kemudian berkata “Tenang saja nona aku akan bersikap lembut padamu,” Kata si botak sambil melepaskan Li Xian dari ikatan tiang, aroma arak menyeruak dari mulut pria itu, senyum nakal tersungging dari bibirnya. “Hei dengar ya jangan ganggu aku! Biarkan aku bersenang-senang dengan nona manis ini.” Seru pria itu ke arah yang lain, kemudian ia memalingkan wajahnya ke arah Li Xian, “Benarkan nona?” ***** Dengan langkah sempoyongan ia menarik kasar tangan gadis bisu itu ke dalam sebuah ruangan kosong, ruangan itu terletak di bagian belakang bangunan, bangunan itu terpisah beberapa meter dari bangunan utama, ukurannya tidak terlalu besar dan tak ada satupun perabotan di sana selain tumpukan jerami yang menggunung. Tanpa basa-basi ia langsung menghempaskan gadis bisu itu dengan kasar ke arah tumpukan jerami, masih dengan tangan terikat ke belakang, membuatnya terpelanting dan jatuh bebas di ats tumpukan jerami yang empuk. Dengan tatapan penuh nafsu si pria botak buru-buru melepas pakaiannya yang berlapis-lapis, “Jangan takut nona kau akan menyukainya,” katanya sambil mendekat ke arah si gadis bisu. Huh Kau mau mencoba macam-macam ya, jangan salahkan aku kalau nyawamu melayang lebih cepat, bisik Li Xian dalam hati, Li Xian menatap tajam ke arah pria itu ada ekspresi ketakutan sama sekali namun hal itu malah membuat si pria botak makin berapi-api, Diam-diam Li Xian melepaskan satu-persatu simpul yang mengikat tangannya ke belakang, Kemampuan melepaskan diri yang ia pelajari saat dikirim oleh kaisar ke kamp militer Chao Xing beberapa tahun lalu agaknya cukup berguna kali ini. Li Xian melemparkan senyum dingin kepada pria botak itu, membuat pria botak semakin bersemangat. “Ah senyum manismu nona, semakin membuat jantungku berdebar-debar.” Bodoh, kapan aku pernah tersenyum manis padanya, mata si botak ini sudah rabun sepertinya. Li Xian mendengus kesal. Si botak itu mencoba meraih lengan si ‘gadis bisu’, “Mendekatlah sayang, jangan takut aku tak akan memakanmu.” Katanya sambil menatap mata Li Xian. Perkataan si pria botak membuat Li Xian bergidik jijik, seumur hidup selain sibuk di dengan segala protokol istana dan berkelana kesana kemari ia tak pernah merayu gadis manapun, dan sekarang ia malah dirayu oleh p****************g. Li Xian membalas tatapan pria botak itu, sebuah tatapan tajam. Ia mengangkat wajahnya dan berkata dengan senyum sinis.”Tenang tuan botak aku tak takut, justru aku yang akan menerkammu hidup-hidup.” Si botak itu benar-benar tak menyangka akan mendengar gadis itu ternyata dapat berbicara, “Hei hei bukankah kau bisu? kau sekarang kau bisa berbicara ya ha ha ha ha.”ia tertawa keras kemudian terdiam sesaat, “ehhh, tapi nona kenapa suaramu berat sekali, kau pasti malu ya dengan suaramu jadi kau berpura-pura bisu ha ha ha.” “…. …. …. …. …” Li Xian benar-benar kehabisan kata-kata menghadapi pria gila satu ini. “Tak apa nona manis mau seburuk apapun suaramu aku tak peduli, aku tetap menyukai dirimu ha ha ha.” Dasar botak t0l0l, dia masih belum sadar juga rupanya. Tanpa aba-aba, pria itu tiba-tiba menerjang ke arah Li Xian. Pria botak itu dengan kasar menarik hanfu salem kumal yang dikenakan Li Xian, di sisi lain Li Xian masih berusaha melepaskan simpul terakhir yang mengikat tangannya Sraaat! Hanfu kumal itu robek seketika dan mengekspos bagian depan tubuh Li Xian, Si botak itu mengerjap-ngerjapkan matanya, ia mengerutkan wajahnya sambil membuka matanya lebar-lebar untuk memastikan apa yang dilihatnya, berpikir kalau ia salah melihat karena efek alkohol yang memenuhi kepalanya, pria itu mengucek-ngucek matanya. Beberapa detik terdiam, pria itu melotot, kedua bola matanya seperti akan melompat keluar dari matanya, tubuhnya membatu saat mengetahui ‘Gadis cantik’ di depannya bukanlah seorang wanita seperti yang ia pikirkan sedari tadi. Li Xian benar-benar puas melihat ekspresi terkejut pria itu. “Kemarilah tuan, kenapa kau diam saja disana? apakah tubuhku ini tidak cukup menggoda untukmu?” Kata Li Xian sambil tersenyum genit ke arah si botak yang masih terdiam dengan tatapan tak percaya, “Kau … kau…. kau … kau bukan wanita! Siapa Kau!? Mau…mau apa kau di sini?” Ia melompat mundur saking terkejutnya. “Mau apa aku disini? bukankah kau yang membawaku kesini untuk menemanimu seharian tuan?” Jawab Li Xian dengan santainya. “Apakah kau sudah tak menginginkanku lagi?” Jawaban Li Xian membuat wajah pria botak itu merah menahan amarah, ia menerjang maju akan mencekik leher Li Xian, tapi Li Xian itu bisa dengan mudah menghindar, Li Xian kemudian refleks memelintir tangan pria botak itu kebelakang dan menendangnya hingga ia membentur dinding dengan keras, ia buru-buru bangun dan mengambil cambuk yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya, mengarahkannya ke arah Li Xian, namun lagi-lagi Li Xian dengan mudah menendang tangan pria botak itu, membuat cambuk yang ada di genggamannya seketika terlempar. Si botak itu jelas bukanlah lawan seimbang untuk Li Xian. “Huh bahkan sekarang kau masih ingin menggunakan cambuk kesayanganmu itu ya, hmmm, sebentar kuingat-ingat dulu sudah berapa kali kau melecutkan cambukmu itu,” Li Xian mencoba menghitung-hitung dengan jarinya, “Ah terlalu banyak sampai tak bisa dihitung dan sayangnya aku ini gadis yang pendendam tuan.” Li Xian membungkuk untuk mengambil cambuk yang terlempar dari genggaman tangan pemiliknya, Plak, plak, plak! Li Xian mengayunkan cambuk itu dan melecutkannya sekuat tenaga, lecutan cambuk menghujani sekujur badan pria botak itu. “Ampun tuan muda..ampun tuan muda.” Dia berteriak-teriak memohon ampun, si botak itu sungguh sudah tak ada harga dirinya lagi, untungnya ruangan itu terletak di ujung dan tertutup rapat, suaranya nyaris tak terdengar hingga ke depan. Sadar lawannya tak seimbang pria botak itu merangkak ke arah pintu mencoba untuk kabur, tapi sialnya Li Xian lebih dulu melompat ke depan pintu dan menghalanginya. “Hmmm kau mau kabur ya, sayangnya tak semudah itu tuan, tugasku untuk menemanimu belum selesai dan aku tak mau mengecewakanmu,” Kata Li Xian sambil mengerdipkan sebelah matanya, ia nampak sangat menikmati pembalasan ini, “teman-temanmu sekarang sedang mabuk tak ada yang akan mempedulikanmu, jadi jangan buang-buang tenagamu tuan.” “A— ampun tuan muda, tolong kasihani aku.” kata pria botak itu sembari berlutut dengan muka memelas, wajah garang dan penuh keangkuhan tadi seketika sirna entah kemana. “Huh mengasihani kau? Jangan harap! aku akan mencabik-cabik mu hingga kau berpikir lebih baik mati saja.” “Ampun Tuan…Ampun Tuan,” Pria itu terus memohon, badannya gemetaran. Li Xian berpikir sesaat, “baiklah aku akan mengampuni nyawamu tapi jawab dulu semua pertanyaanku,kalau aku puas dengan jawabanmu mungkin saja aku bisa mempertimbangkan untuk setidaknya membiarkan nyawamu. “Baik..baik tuan.. Apapun, apapun akan kujawab.” “siapa dalang di balik semua ini?” Tanya Li Xian tanpa basa-basi. “Dalang? aku tak tahu tuan, aku hanya pesuruh rendahan yang melaksanakan tugas dari ketua.” “jangan bohong! kalau kau masih menyayangi nyawamu katakan yang sebenarnya.” “Aku benar-benar tak tahu tuan…sungguh….” Dia—dia.” Pria botak itu ragu-ragu, Plak, plak, plak! cambuk kembali mendarat ke tubuh pria itu. “Cepat katakan!” “Dia..aku tak terlalu mengenalnya, kami hanya untuk mengumpulkan gadis-gadis itu saja.” “Di mana dia berada sekarang?” “Aku tak tahu” Jawab pria botak itu. “Oh jadi kau lebih memilih melindungi tuanmu itu dari pada nyawamu.” Pria botak itu menarik napas panjang “Aku benar-benar tak tau identitasnya, kami tak pernah berkomunikasi secara langsung, hanya saja….” “Hanya saja apa? “Kudengar dia adalah seorang pejabat penting di Kota Yizhou.” “Kemana gadis gadis itu akan di bawa?” “Mereka akan dijual di negara Bai Li, aku tak tahu detail identitas mereka, biasanya mereka akan datang ke tempat ini untuk menjemput gadis-gadis itu. “Lalu bagaimana dengan bubuk-bubuk mesiu, untuk apa bubuk-bubuk mesiu itu?” “Aku tak tahu soal itu, aku pernah sekali memindahkannya ke sebuah gudang di pusat Kota Yizhou, tapi untuk apa aku benar-benar tak tahu menahu. Pusat kota? **** Di sisi lain Tan Wei benar-benar cemas bukan kepalang dengan keadaan Li Xian, khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu pada pemuda itu. Sedari tadi hingga sekarang matahari terbit pemuda itu belum juga kembali. Ketika beberapa pria masuk untuk membawakan makanan untuk para gadis-gadis Tan Wei tak bisa menahan untuk tidak bertanya. “Tuan…Gadis tadi…di mana dia berada?” “Kenapa kau tanya-tanya, biar kuberi tahu jalang itu sekarang sedang bersenang-senang dengan si botak, kau pikirkan saja urusanmu sendiri.” Jawab pria itu dengan santainya,namun Tan Wei benar-benar gagal paham dengan apa yang dikatakan pria itu. Tan Wei menarik napas panjang, manusia-manusia ini — mereka benar-benar memperlakukan para gadis ini seperti barang yang bisa dibawa dan dijual kesana kemari. sekarang kekhawatirannya menjadi berlipat-lipat
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN