Usaha Chyou untuk menemui Jenderal Yan Huiyin nyatanya tak semulus yang dibayangkan. Setelah menerima perintah dari Li Xian, Chyou segera berangkat melesat menuju ke perbatasan dengan menunggangi kuda, jarak menuju ke perbatasan sekitar empat puluh lima mil. Perbatasan timur adalah perbatasan yang berbatasan langsung dengan kerajaan Bai Li, kerajaan yang sejak dahulu terus terlibat perang dingin dengan Daxiang karena perebutan wilayah yang tak ada habisnya, karenanya perbatasan itu di jaga oleh lima puluh ribu prajurit dari Pasukan Hweiru.
Kerajaan Daxiang merupakan sebuah kerajaan dengan posisi yang strategis, karena itu tak heran jika kerajaan ini memiliki benteng-benteng yang menjulang tinggi dan dijaga ketat oleh pasukan di setiap batas-batas wilayahnya. Hari belum terlalu siang saat Chyou dan kuda yang ditungganginya sampai di depan markas utama perbatasan, ia buru buru menepikan kudanya, di depannya kini telah menjulang sebuah benteng yang yang nampak kokoh dan menjulang tinggi, di ujung-ujungnya terdapat benteng berbentuk poligonal terbuat dari batu bata berukuran besar dan juga granit alam yang disusun hingga setinggi hampir tiga puluh kaki. Chyou segera melompat turun, para penjaga yang berjaga di sepanjang sisi pintu gerbang sedari tadi terus memperhatikannya.
Chyou berjalan mendekat, menangkupkan tangannya memberikan salam hormat kepada para penjaga yang berjaga di depan gerbang dengan sebatang tombak di tangan mereka, Chyou kemudian berkata dengan hormat“ tuan prajurit, aku kesini hendak bertemu dengan Jendral Yan.”
“Menemui Jenderal Yan?” Penjaga itu mencoba memastikan apa yang ia dengar.
“Benar Jendral yan Huiyin, dia bertugas di sini bukan?”
Penjaga itu memperhatikan penampilan Chyou dari ujung kaki sampai ujung kepala, ia mengernyitkan dahinya kemudian menoleh kepada prajurit lain di sampingnya, orang-orang yang menjadi tamu Jendral Yan biasanya adalah pejabat-pejabat tinggi maupun petugas militer berpangkat tinggi, mereka rata-rata datang dengan para pengawalnya dengan pakaian sutra atau baju besi, dan pemuda ini… pakainya lusuh dan acak-acakan wajahnya pun tak kalah lusuhnya, jadi tak heran jika mereka dengan segera menyimpulkan kalau pemuda ini hanya mengada-ada saja. “Siapa kau, tiba-tiba datang dan meminta bertemu dengan jendral, apa kepentinganmu?” Tanya salah seorang penjaga yang menghadangnya.
“Aku adalah pengawal pribadi Pangeran Kelima, Yang Mulia pangeran memerintahkanku untuk menemui jenderal Yan.” Jawab Chyou dengan segera tanpa basa-basi.
Penjaga itu spontan menjawab dengan nada nyinyir, “Kalau kau adalah pengawal pangeran maka aku adalah Kaisar. ha ha ha ha.” Jawab pengawal itu yang di sambut dengan gelak tawa penjaga yang lain. “Kau dengan penampilan gembel seperti ini berani-beraninya mengaku sebagai orang suruhan pangeran kelima, asal kau tahu selama aku mengawal gerbang ini sudah tak terhitung orang yang mengaku-ngaku sebagai utusan kerajaan.” Timpal penjaga yang lainnya.
Chyou paham betul kalau gerbang markas militer memang tak bisa dimasuki sembarang orang, apalagi bertemu dengan Jendral Yan yang notabene adalah salah satu petinggi militer di markas ini, ada banyak protokol yang harus diikuti setidaknya ia harus memiliki dekrit, maupun surat perintah berstempel resmi. Tiba-tiba Chyou teringat akan kalung giok milik pangeran Li Xian, ia buru-buru mengeluarkan kalung giok itu dari dalam lengan bajunya, kalung giok itu nampak sangat indah apalagi dengan cap kekaisaran di atasnya, orang awam pun akan mengerti bahwa benda itu adalah benda berharga milik kerajaan, Chyou segera memberikan kalung giok Fenghuang itu kepada pengawal di depannya, “Giok ini adalah sebagai bukti bahwa aku benar-benar diutus oleh Pangeran Kelima.”
Prajurit itu terbelalak ketika melihat kalung itu, ia kembali memperhatikan Chyou dan kemudian berkata, “Kau pencuri ya, katakan di mana kau mencuri giok ini!” hardik penjaga itu dengan nada mengancam, setelah Chyou memperlihatkan kalung Giok itu mereka bukannya percaya malah semakin mencurigainya. Sebuah respon yang sama sekali tak terduga, Chyou menghela napas panjang, kali ini benar-benar tak punya banyak waktu dan tak sempat mengurusi para penjaga yang jelas-jelas sama sekali tak berniat untuk mengizinkannya masuk.
“Maafkan aku.” Kata Chyou datar.
“Hah??” Para penjaga itu terheran-heran dengan ucapan maaf Chyou, namun belum sempat otak mereka memproses ucapan itu, tiba-tiba Chyou sudah serta merta melesat menggunakan qinggong nya melayang melewati para penjaga itu begitu saja, dalam hitungan detik ia sudah berada di area tenda camp pasukan, tenda-tenda putih berdiri berjajar rapi di sebuah lahan luas, Chyou menyapu ke sekeliling mencari-cari letak tenda milik Jendral Yan Huiyin. Tenda-tenda militer ukuran dan desain berbeda-beda tergantung posisi seseorang di militer, sebagai seseorang yang familiar dengan suasana militer tak sulit bagi Chyou untuk menemukan dimana tenda Jendral Yan.
Chyou yang biasanya selalu taat peraturan kali benar-benar telah berhasil membuat kekacauan di markas perbatasan pagi itu, Sekelompok prajurit yang tadi dibuat melongo segera berlari menuju ke tempat Chyou beberapa ada yang membawa tombak dan beberapa lagi dengan anak busur dan anak panah yang siap dilepaskan, bersiap untuk mengepung pemuda itu. Keributan yang Chyou timbulkan berhasil menarik perhatian para perwira militer yang sedang melakukan rapat, salah satunya Jendral Yan. Jenderal Yan dengan segera keluar dari tendanya dan mendekati sumber keributan yang jaraknya hanya beberapa meter dari tenda tempatnya berada saat ini.
“Ada keributan apa ini?” Seru Jendral Yan dengan nada tinggi yang setelah ia keluar dari dalam tenda.
“Lapor jendral,” Seorang prajurit maju dan kemudian memberi hormat, “pria ini memaksa masuk untuk bertemu denganmu, dan merangsak masuk, dia mengaku sebagai pengawal Pangeran Kelima.”
“Pengawal Pangeran Kelima? Jendral Yan mengingat-ingat sejenak sambil memperhatikan dari belakang postur pemuda yang saat ini sedang dikepung oleh para prajuritnya, “Chyou?”
Begitu mendengar namanya disebut Chyou segera berbalik dan melihat bahwa sang jenderal sudah ada tepat di belakangnya, Chyou segera membungkuk memberi hormat, “Jendral aku adalah Chyou pengawal pribadi Pangeran Kelima, apakah anda mengingatku? Yang Mulia Pangeran memintaku kemari untuk menemui anda.”
“Tentu saja aku mengingatmu.” Sosok yang dipanggil dengan Jendral Yan itu umurnya masih muda tiga puluhan tahun ia adalah seorang Letnan Jenderal di pasukan Hweiru, usia yang masih sangat muda namun sudah memegang peranan penting di militer karena memang kemampuannya yang mumpuni, Sebelum ditugaskan di perbatasan Jendral Yan bertahun-tahun bertugas sebagai komandan di Ibu kota, dan pernah menjadi melatih para pangeran untuk memanah. Sehingga tak heran jika dia sudah sangat familiar dengan Chyou, Pengawal pangeran kelima. Jenderal Yan memperhatikan pria di depannya lekat-lekat.
Chyou mengeluarkan kalung yang berikan oleh pangeran Li Xian semalam dari dalam bajunya, dan menyerahkannya kepada pria yang berdiri di depannya.
Jendral Yan mengangkat alisnya, ia mengangguk-angguk dan seketika menyuruh para penjaga yang terlibat dalam keributan barusan untuk bubar dan kembali ke pos masing-masing, dan buru-buru mempersilahkan Chyou masuk ke dalam tenda.
“Nampaknya bertahun-tahun menjadi pengawal Pangeran Li Xian membuatmu tertular keahlian Pangeran Kelima dalam membuat keributan.” Kata jendral Yan sembari tersenyum saat mereka berjalan ke arah tenda utama.
“Maafkan aku sudah membuat keributan Jendral, aku benar-benar tak punya banyak waktu dan para penjaga itu....” Chyou merasa bersalah.
“Ha ha ha aku mengerti Chyou, sekarang katakan apa yang membawamu kemari, misi apa yang diberikan oleh Yang Mulia Pangeran?”
“Saat ini Pangeran sedang menyelidiki sebuah kasus dan membutuhkan pasukan bantuan.”