6.Emilia Oktarina

1398 Kata
Ya..Tuhan..Kenapa kami melakukan percintaan Lagi padahal Aku hanya di anggap Ibu pengganti oleh Pak William.. Aku sebagai wanita terkadang sangat marah dengan apa yang di lakukan Pak William kepadaku. Dia menganggapku sebagai Pabrik penghasil Anak untuknya. Untuk menyerah mungkin sudah terlambat, Sudah ada janin yang hidup di Rahimku. Untuk itu Aku ingin konfensasi dari kejahatan Pak William padaku yaitu Harta. Pak William hanya punya Harta yang bisa di berikan untukku. Hari ini Aku dan Pak William kembali ke Jakarta, Sepanjang perjalanan Aku mencoba tidur karena pasti akan Mabuk perjalanan akibat kehamilanku. Entah berapa lama Aku tertidur hingga sampai Pak William membangunkanku. "Emilia..Ayo bangun" Pak William membangunkanku. Ternyata Kami di Rest Area, Padahal kita sebentar lagi sampai kenapa kita harus mampir ke Rest Area pikirku. "Kamu belum sarapan, Aku tidak ingin Anakku kelaparan" Ucap Pak William tanpa aku bertanya. Aku mendelik heran, Kenapa Pak William sangat perhatian semenjak Aku Hamil. Baiklah Aku segera turun dari Mobil dan entah kepalaku seperti terasa berat dan pandanganku kabur. "Emilia kamu apa kamu sakit" Tanya Pak William. Aku memegang pintu mobil sebagai penopang Tubuhku. Apa Aku mabuk perjalanan, Aku terduduk kembali di kursi depan. Pak William berlari ke arahku. "Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat" "Aku baik hanya sedikit pusing" Jawabku. "Baik tunggu, Aku akan membelikanmu makanan dan minum agar pusingmu hilang" Pak William segera berlari menuju minimarket dan Aku hanya menunggu sambil memejamkan mata. Kebiasanku memang telat sarapan, Aku lupa sekarang Aku hamil dan harus menjaga pola makan. Pak William datang membawa Roti dan Air mineral. "Sekarang jangan memikirkan dirimu sendiri, Ada Nyawa yang harus kamu beri makan. Jangan sampai Anakku lahir kurang Gizi ingat itu!!" Oceh Pak William.. Aku tersenyum mendengar ocehannya, Ternyata dia benar-benar menyayangi Bayi ini. Kadang Aku berpikir apakah Aku akan menyayangi juga, Tapi itu tidak boleh terjadi "Baiklah..Maafkan Aku" Jawabku. Akhirnya Kami melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Aku hanya diam dalam perjalanan, Mood hatiku sedang tidak baik karena kehamilan ini. Disela-sela Pak William menyetir Dia terus mengoceh tentang akan apa yang di lakukanku, Aku tinggal dimana dan Saat bayi ini lahir harus seperti Apa. "Kamu akan tinggal di Apartemen dekat kantor agar tidak terlalu lelah, Aku akan mengirimkan Makanan organik setiap hari dan Mengisi Kulkasmu dengan buah-buahan segar, Aku akan menjengukmu 2 hari sekali dan Kita kontrol kehamilan satu minggu sekali." Ucehan Panjang Pak William Yang aku jawab dengan satu kata 'Ya'. Setelah satu jam perjalanan kami sampai di Jakarta, Aku di bawa ke Apartemen Minimalis lantai 2. Semua kebutuhanku sudah tersedia, hanya mengambil baju di Rumah Kost ku. Aku sangat lelah dan meminta ijin untuk mandi dan istirahat pada Pak William. Sebelum masuk ke kamar mandi aku memanggil Pak William. "Besok Aku akan masuk kerja, Tolong jangan melarangku" Ucapku. "Baiklah, mejamu sudah di pindahkan di depan ruanganku atau dekat Ruang sekretarisku" Jawab Pak William. "Apa? Kenapa bisa begitu?" Tanyaku. "Karenaku kamu assistenku sekarang" Jawabnya. "Bagaimana dengan Pak Ruli?" Tanyaku. "Dia akan mendapat pengganti secepatnya" Jawabnya. Astaga kenapa Pak William menjadi sangat tidak profesional, Mencampur adukan pekerjaan dengan urusan pribadi. Bagaimana Kalau orang kantor curiga tentang kehamilanku dan curiga Pak William Ayah Bayi ini. Baiklah Aku menyerah..Semoga kehamilan ini tidak berdampak buruk denganku. ***** Seminggu kemudian.. Hari pernikahan... Aku mempercepat Hari pernikahanku dan Hari ini adalah hari dimana Bayiku mempunyai Ayah biologis secara Sah. Walau Janin ini akan masuk usia 8 minggu, Tapi Aku belum merasakan ikatan batin dengannya. Entah bagaimana caranya Pak William mendapat Identitas baru sebagai lajang sehingga kami bisa menikah. Kami Menikah Kontrak untuk menutupi Kehamilanku dari cemooh orang lain. Semua orang Tampak Bahagia tapi tidak dengan diriku atau Pak William. Aku akan jadi istri Pak William kurang dari 8 bulan dan setelahnya Aku akan menjadi Kaya raya secara mendadak dengan menyerahkan Bayi di Rahimku, Jadi tidak ada Alasan untuk Bahagia. "Sayang..Kenapa kamu pucat?" Tanya Mamaku. "Aku hanya lelah Ma.." Ucapku. "Baiklah setelah acara ini selesai silahkan Istirahat. "Baik Ma.." Jawabku. Aku merasa kurang sehat karena lelah dengan Acara pernikahan kami, Semenjak Hamil tubuhku mudah lelah dan sering Anemia. Aku berusaha kuat agar Orangtuaku tidak curiga kalau Aku hamil. Tubuhku yang tinggi dan sintal memang tidak terlihat seperti wanita Hamil, Hanya Payudaraku yang Terlihat lebih berisi. Tapi Ibuku sepertinya tidak menyadari perubahan Tubuhku. Aku tidak bisa membayangkan betapa marahnya Papa ku bila Tau aku hamil sebelum menikah. Dia Pasti akan marah besar. "Kita istirahat Emilia, Aku tahu kamu lelah" Bisik Pak William di sela perbincangan dengan keluargaku. "Ma .Pa..Kami istirahat dahulu, Emilia terlihat lelah" Pak William ijin kepada Papa dan Mamaku. Harusnya Malam ini malam pertama pernikahanku tapi semua Hancur karena kebodohanku, menyerahkan kesucianku pada Suami Kontrakku siapa lagi kalau bukan Pak William. Aku sengaja Mandi dan Tidur cepat, Bagaimanapun Aku sekarang istrinya. Tapi saat ini Aku tidak sanggup melayaninya di Ranjang. "Aku Lelah" Ucapku singkat sambil memejamkan mata di Ranjang pengantin yang di hias sedemikian Rupa. "Apa Kamu berharap Malam pengantin kita?" Tanyanya Padaku. "Tidak" Jawabku ketus dan singkat tanpa membuka mata. Dia ikut berbaring di Sampingku dan Posisi kami saling membelakangi. Tak terasa hari mulai pagi, Aku masih betah di bawah selimut. Terdengar samar-samar suara Pak William berbicara. "Aku akan pulang ke Jakarta besok setelah urusan pekerjaan selesai. Aku akan menyuruh supir menjemputmu d bandara, Baik hati-hati sayang" Suara pak William. Sepertinya Dia sedang menghubungi Istrinya, Apa Istrinya tidak tahu dia menikah denganku? Atau mereka memang kerjasama untuk mempunyai bayi. Ah..Masa Bodoh..Aku ingin segera melahirkan agar bisa bebas dari situsi rumit ini Aku tetap terpejam agar Pak William tidak curiga kalau Aku mendengar pembicaraannya di Telepon, Terdengar suara pintu terbuka dan tertutup. Aku segera membuka mata dan Ah..Sial..Tiba-tiba perutku Mual. Aku berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutku. Perutku seperti bergejolak, Tubuhku lemas sehingga hanya bisa duduk di lantai depan closet. "Apa kamu tidak apa-apa?? Suara Pak William mengagetkanku. "Seperti Mau mati" Jawabku kesal dan tak terasa Air mataku menetes. "Maaf.." Dia mengelus punggungku halus dan itu membuatku nyaman. Aku menangis karena sangat menderita dengan Kehamilan ini. Dia memelukku dan meletakan kepalaku di Dadanya. "Bukankah ini wajar untuk wanita hamil?" Tanyanya Tiba-tiba. Aku hanya terdiam dan mengusap Airmataku. "Bantu Aku berjalan, Tubuhku lemas sekali" Ucapku serak. Pak William menggendongku di Punggungnya, Aku melingkarkan Tangan di lehernya. Dia menurunkanku di Ranjang dan wajahnya sekarang ada di ceruk leherku, Mencium lama seperti sedang meresapi bau harum tubuhku. Wajahku yang tertutup Rambut membuat dia berinisitif menyingkirkannya. Kami saling tatap, Astaga...Tuhan..Kenapa Pak William terlihat Tampan dengan Wajah Orientalnya. Aku mencoba Bangun dari tidurku tapi Pak William menahannya, Di mencium pipiku mesra. Jujur Aku meras kurang percaya diri karena belum Mandi dan pasti tubuhku bau. "Aku belum mandi" Ucapku Malu. "Aku tidak peduli, Tubuhmu harum walaupun Tak memakai minyak wangi atau tidak mandi sekalipun" jawabnya Gombal. What?! Kenapa Pak William mendadak Menjadi Gombal seperti ini?? Apa Dia menagih "Jatah" Malam pertamanya? belum sempat Aku berpikir pak Willim sudah menyerang bibirku bertubi-tubi. Dia terus memainkan Lidahnya di rongga mulutku, Terdengar suara kecapan Gairah kami di seluruh kamar.Dan gila nya Akupun menikmati semua sentuhan dan Ciuman Pak William. Bibir kami yang saling bertautan dan Tangan Pak William yang membuka kancing Piyamaku, Aku yang terbiasa tidak memakai Bra saat Tidur membuat Pak William dengan mudah menikmati Buah Dadaku yang bengkak Akibat kehamilanku. Sungguh Kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saat Pak William terus memainkan p****g Buah dadaku dengan Lidah dan Bibirnya. "Akh..Emm.." Desahanku lolos tanpa Malu. Pak William tak berhenti sampai disitu, Dia mulai menarik celana piyama dan Celana Dalamku sehingga tubuhku Polos. Tanpa Ragu dia membuka celana Panjang kain yang dia kenakan. Sekarang Kami sama sama Polos tanpa busana dan siap untuk Bercinta pasca pernikahaan sementara ini. Pak William membuka kedua kakiku agar mudah menjamah lubang Surga milikku yang sudah mulai basah. Tanpa pemanasan lagi Pak William menuntun Batang miliknya memasuki Lubang milikku. Setelah Masuk Dia bermain pelan karena Pak William takut mengganggu janin dalam perutku. Saat seperti ini kami Lupa tentang perjanjian Pra Nikah kami dan kami seperti sedang dimabuk asmara. Setelah 10 menit Bercinta Akhirnya Pak William dipuncak gairah dan mengeluarkan Cairan Kenikmatannya di Bibir Kemaluanku. Kami sama-sama lelah akibat percintaan Kami, Dia memelukku dengan tubuh masih polos. "Entah kenapa Aku selalu ingin bercinta denganmu" Ucapnya sambil memelukku. "Apa karena Istri Pak William tidak ada maka Aku menjadi pelampiasaan nafsu Pak William? Tanyaku dengan hati sedikit teriris. "Tidak..Milikmu sangat Nikmat" Ucapnya pelan. Aku tersenyum Kecut mendengar pengakuannya, Aku berharap tidak ada rasa muncul di hati kami berdua agar tidak ada wanita yang tersakiti. TBC....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN