8.William Darmawan

932 Kata
Kenapa Emilia semakin membuatku susah dengan sikap egoisnya, Padahal kita sudah sepakat menikah karena Bayi yang dikandung olehnya. Oke..Aku harus menahan diri karena ini hanya Sembilan bulan dan Aku akan bebas dengan ikatan dengan Emilia. “Hai..kenapa melamun..” Emilia membuyarkan lamunanku. Emilia sekarang tertidur diranjang satu badan di ruang rawat inapnya, Entah apa yang dipikirkannya sehingga dia melepas infusan dengan darah berceceran di tangannya. Wanita gila… “Aku lelah dan ingin istirahat, Aku mohon jangan berbuat konyol dengan melarikan diri”Ucapku. “Baiklah..Aku akan menurut demi bayi ini” Ucapnya tersenyum. Tak lama suara ponselku berbunyi dan ternyata istriku Melisa. “Halo sayang..”Aku menjawab pelan agar Emilia tidak mendengar suaraku. Aku meninggalkan Emilia dan keluar dari kamar inapnya, “sayang..Aku kekantormu dan ternyata kamu tidak ada di kantor” Ucap melisa manja. “Aku ada urusan mendadak, Bayi kita sedang tidak baik sehingga harus dirawat dirumah sakit” Ucapku. “Apa..Boleh Aku menemuinya emmm..maksudku Ibu penggantinya” Tanya Emilia. “Dia belum bersedia sayang..Aku ingin kamu menemui bayinya saja nanti” Ucapku bohong. “Baiklah,,Jaga Anak kita” Aku menutup sambungan teleponnya dan kembali ke kamar Emilia dan terlihat dia tertidur. ***** Dua hari Emilia dirawat dan sekarang kembali ke Apartemennya, Demi bayiku maka AKu memperlakukan sebagai ‘istri sungguhan’ . “Aku akan pulang dan Akan ada pelayan yang akan menemanimu dan merawatmu” Ucapku. “Baiklah..Setidaknya kau harus menginap disini dua malam sekali, Ingat Aku sedang mengandung Anak kesayangamu pak William” Jawab Emilia. “Baiklah..Ingat Aku akan membunuhmu bila terjadi hal yang tidak diinginkan dengan Anakku . Kau paham Emilia?!” Ucapku sambil meninggalkannya. Aku keluar dari kamar Emilia dan menuju rumah untuk berganti pakaian dan akan kekantor setelahnya. Ternyata di teras rumah ada mobil keluarga Istriku Melisa , Aku masuk kedalam rumah dan ternyata Keluarga Istriku sudah berkumpul sepagi ini dengan hidangan lengkap di meja makan seperti akan merayakan sesuatu. “William ayo kemari, dari mana saja kau baru pulang “ Tantenya Melisa yaitu Elis memanggilku. “Maafkan Aku ada pekerjaan kantor jadi Aku keluar pagi sekali”Jawabku bohong. “Ayo pimpin pesta atas kehamilan istrimu sekarang” Ucap Tante Elis Aku terkejut atas perkataan Tante Elis padaku, Kenapa Melisa terburu-buru mengumumkan kehamilan palsunya, Sedangkan Janin di Rahim Emilia masih belum begitu besar. “Emmm..Baiklah..Mari kita mulai acaranya” Jawabku. Mau tidak mau Aku harus memulai sandiwara ini, Sandiwara kehamilan Melisa di depan keluarga besarku dan keluarganya. Sedikit rasa bersalah membohongi keluarga ku dan keluarga Melisa tapi Aku sangat menyayangi Istriku sehingga apapun Aku lakukan demi kebahagiannya. Acara dimulai dengan Doa dan kata-kata ucapan terimakasih dan rasa syukur karena sebentar lagi Rumah tangga kami berdua akan di karunia seorang anak yang lama telah kami idamkan. Terpancar rona bahagia dari keluarga Melisa. Karena pekerjaanku menumpuk dikantor akibat menjaga Emilia sehingga Aku buru-buru meninggalkan pesta ini. ***** Aku sekarang tiba dikantor dan disambut dengan tumpukan berkas untuk Aku cek dan beberapa pertemuan dengan rekan bisnis. Tok..Tok.. “Permisa Pak..hari ini bapak ada jadwal bertemu dengan pak Rudi di sebuah Restoran untuk membicarakan kerjasama bisnis” Ucap Sekretarisku Siska memberitahhuku jadwal hari ini. “Dimana Pak Rudi janji bertemu?”Tanyaku. “Di Restoran Pak saat jam makan siang”Jawab Siska. “Baiklah..Saya akan menemuinya saat jam makan siang,Terimakasih” Ucapku. Waktu berlalu begitu cepat dan sudah waktu makan siang, Tak lama Siska memberitahu Restoran tempat pertemuan dengan Pak Rudi, Aku segera menuju Restoran di salah satu Mall didekat kantorku. Menunggu beberapa menit tak lama Pak Rudi tiba. “Selamat siang pak William , Maaf menunggu” Sapa Pak Rudi menyapaku. “Oh..Selamat siang Pak Rudi, Saya baru saja tiba, Silahkan duduk” Jawabku. Setelah memesan makanan dan berbincang ringan kami mulai membicarakan terkait kerjasama Bisnis dan tak lama ada suara telepon , Aku meminta ijin keluar dari restoran karena sedikit privasi. Saat Aku menerima panggilan teleon dan melihat keluar resoran terlihat seorang wanita di luar restoran memakai Kaos putih dan celana hitam terlhat seperti Emilia . Wanita tersebut berjalan ke Restoran siap saji dan memesan makanan, Karena penasaran Aku berjalan mendekati Wanita tersebut. Ternyata benar wanita tersebut Emilia. Dengan santai Emilia memesan Ice Cream dan Ayam Goreng. “Emilia…”Panggilku sambil terus mendekatinya. Emilia terlihat kaget melihatku dan hanya terdiam. “Kenapa kamu ada disini dan kenapa memakan makana tidak sehat seperti ini?” Tanyaku sedikit kesal karena Dia memakan makanan tidak sehat dan berkeliaran saat keadaan hamil muda. Emilia duduk dan meletakan makanannya tanpa menjawab. “Aku hanya sedang hamil dan bukan orang dengan sakit keras” Jawabnya sambil memasukan Ice Cream kedalam mulutnya. “Tapi makanan ini tidak baik untuk janinmu dan kamu baru saja pulang dari Rumah sakit” Jawabku cepat. “Aku jenuh dan bosan seharian di Kamar dan ingin mencari hiburan. Tiba-tiba ingin makan Ice Cream. Kenapa Pak William hanya memikirkan Bayi ini tanpa memikirkan keadaanku. Akh..Nafsu makanku tiba-tiba hilang” Jawab Emilia terlihat marah. “Aku mengkhawatirkanmu..sungguh..” jawabku. “BOHONG..” Teriak Emilia. “Apa maksudmu? Tanyaku bingung. “selama ini Pak William menganggapku mesin penghasil anak tanpa mengerti kedaanku dan apa keinginanku. Sungguh Aku menyesal hamil bayi ini” Ucap Emilia terlihat emosi dan menahan tangis terlihat dari matanya yang memerah. “Aku tidak suka kamu berkata seperti ini Emilia” Ucapku menahan amarah. “Sudahlah..Aku akan pulang..”Ucap Emilia berdiri dan meninggalkan makanan dan Ice Creamnya di meja . Aku hanya terdiam tanpa mencoba mengejarnya, Sungguh sikap Emilia kekanak-kanakan dan membuatku sedikit pusing . Jauh di dalam hatiku, Sungguh Aku hanya ingin Bayiku dan dirimu selalu keadaan baik Emilia.. TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN