Niatnya untuk kembali ke Kampus gagal total karena terjadi beberapa hal yang kurang mengenakkan siang ini. Pertama, kabar jatuhnya pesawat yang membuatnya sempat panik karena takut papanya menjadi korban. Kedua, Mochi rewel karena sedang tidak enak badan, jadi tidak mau jauh-jauh dari mamanya. Dan yang terakhir, tetangganya baru saja ada yang meningal, jadi ia merasa tak enak kalau ke luar dari rumah. “ASSALAMUALAIKUM ...” teriak Arvin yang baru saja pulang dari sekolah. “Sstt ... ada orang meninggal,” tegur sang Mama. “Siapa yang meninggal?” tanyanya. “Neneknya Gwen.” “Oh.” Setelah melempar tasnya ke atas sofa, Arvin langsung berjalan menghampiri kakaknya dan hendak memegang pipi Mochi. Namun langsung dicegah oleh kakaknya. “Cuci tangan dulu,” suruhnya. Dengan cepat, bocah

