Semua orang langsung panik begitu mendengar berita kecelakaan pesawat di televisi. Tubuh Viona sudah lemas, bahkan untuk sekedar menelepon maminya pun ia sudah tidak sanggup. Banyak sekali hal-hal negatif yang berkeliaran dipikirannya. Membayangkan jika Pilot pesawat tersebut adalah papanya. Karena baru tadi malam, papanya berpamitan kepadanya lewat panggilan telepon, jika hari ini mulai bekerja lagi. “Bisa, Ka?” tanya Emma. Ia juga sangat khawatir, karena takut Papa Viona menjadi korban juga. “Nggak diangkat.” Ya. Raka sedang berusaha menghubungi maminya. Karena nomor telepon papanya sudah tidak aktif sedari tadi. “Nomor Papa masih belum aktif?” tanya Viona. Ia berharap papanya muncul dan memberi kabar. Supaya ia tidak khawatir lagi. Raka menggelengkan kepala. Ia mencoba untuk

