Least

1827 Kata

Mendapat acess card untuk memasuki dalam gedung maupun lift. "Selamat pagi. Maaf, saya terlambat." Semua mata di ruang meeting itu memandang Asha Nayana yang baru saja membuka pintu ruang meeting. Gadis itu tampak canggung dengan rambut yang sialnya, belum sempat ia rapihkan. "Silakan masuk," ucap pria yang Luna ketahui, salah satu pemilik perusahaan properti ini. Tuan Raka Nugraha, Kakak angkat yang menolongnya silam. "Silakan dilanjutkan presentasinya, Tuan Hendra," lanjut pria yang Asha sadari tampak berbeda dari Raka yang citra globalnya ia lihat di televisi atau kanal Youtube travelling favoritnya. Meski, ya, dia jelas tahu betul bagaimana watak aslinya. Namun, satu kata, mati dia! "Asha Nayana …" Panggil Yaya lirih, tapi tegas. Asha yang tersadar, sontak berjalan menuju kursi di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN