"Ok, gue siap," gumam Kin, menenangkan dirinya. Baru setelah itu dia membuka pintu rumah dan masuk. Kin berjalan lurus menuju dapur dan meletakkan kotak yang dibawanya di dalam kulkas. "Hai, Bik Sari," sapa Kin. Bik Siem, perempuan berusia di penghujung kepala empat mendongakkan kepalanya dan tersenyum melihat majikan mudanya yang datang "Non," sapa Bu Siem. "Bik, nanti pas semua selesai makan, tolong keluarkan kuenya ya. Thank you," pinta Kin yang dijawab dengan anggukan oleh Bu Siem. Kin pun berbasa basi sebentar dengan Bu Siem, lalu berjalan menuju meja makan. Di sekeliling meja makan, sudah ada Dewangga, juga putri kesayangannya, Orlin. Menyapa Kin tentunya. Dan, Kin, hanya tersenyum lebar saja pada mereka. Tentu, kan, dia abis aja dapet izin buat keluyuran. "Haru makan yang ban

