This

1847 Kata

Kin memarkirkan Civic-nya di sebelah Terrios milik Tuan Dewangga Sialan dan melangkah keluar menuju pintu utama kediaman keluarga Dewangga. Sebelum masuk, Kin menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan. "Ok, gue siap," gumam Kin, menenangkan dirinya. Baru setelah itu dia membuka pintu rumah dan masuk. Kin berjalan lurus menuju dapur dan meletakkan kotak yang dibawanya di dalam kulkas. "Hai, Bik Sari," sapa Kin. Bik Siem, perempuan berusia di penghujung kepala empat mendongakkan kepalanya dan tersenyum melihat majikan mudanya yang datang "Non," sapa Bu Siem. Cerita Alora dengan dua pacarnya tadi terus berputar ulang dibenak Kin. Kalau memang Gray pernah bertunangan dan pertunangannya harus batal, kasihan sekali dosennya itu. Kin memang tidak mengetahui apa masalahnya, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN