Fokus bekerja dengan segala masalah yang melimpah memang terlalu sulit untuk dihadapi, sudah tiga cangkir kopi hjtam yang Reza habiskan untuk meredakan pusing yang menderanya namun sama sekali tak membantunya. Tubuhnya kian lemas dengan mata yang sangat berat. Ceklek! “Berkas untuk be― kamu sakit, Za?” tanya seseorang yang masuk ke ruangannya. Ayahnya datang untuk menanyakan berkas persiapan untuk rapat besok pagi dengan petinggi namun yang dilihat justru putranya yang tampak begitu lesu dengan wajahnya yang pucat. “Ga bakal bener, Pak Fandi tolong cek berkas untuk besok dan dah kamu pulang aja dan ini apalagi, satu dua tiga, kamu minum kopi tiga gelas padahal ini baru jam sepuluh? Mau ngerusak tubuh? Udah bosen hidup ya?” galak sang ayah, Reza sudah tak berdaya untuk melawan ataupun se

