"Tapi apa tidak apa-apa kita datang tanpa janjian lebih dulu?" tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunda dari Reza dengan suaminya yang berjalan disisinya. Tangannya menekan bel pintu, berharap pemilik rumah ada di dalam. Mereka memang sengaja mendadak datang untuk tahu keadaan keluarga putranya. Alasann yang membuat mereka datang karena mereka tak lagi mendapatkan kabar mengenai menantu kesayangannya, Naya. Tak lama seseorang membukakan pintu rumah, matanya membelalak kaget saat mendapati mertuanya ada di hadapannya. “A―ayah … I―ibu,” gagap Dara meneguk ludahnya kasar. Wajahnya gugup mengingat kekasihnya kini tengah berada di kamarnya. “Silahkan masuk, Ayah … Ibu,” ucap Dara mempersilahkan sesopan mungkin. Setelah itu ia bergegas berlari menuju kamarnya, mendapati kekasihny

