Tak adalagi ruang untuk mengelak, sudah kepalang tanggung Dara ketahuan. “Jadi apa yang kalian inginkan dariku?” tanya Reza to the point. Di hadapannya Dara dan kekasihnya duduk berdampingan, tak ada raut sesal. Hanya ada raut malu. “Aku dengar kamu mengambil tas milik Naya, aku tak akan memintamu mengembalikannya, hanya saja … jika ini tentang uang, katakana padaku berapa yang kalian minta.” Reza tak bisa menunda masalahnya lagi. “Berapa yang akan kamu berikan.” “Sebanyak yang kalian inginkan dengan syarat kalian tak boleh lagi datang dan merecoki kami,” ucap Reza. Uang, meskipun pekerjaannya sudah hilang namun ia masih memiliki tabungan cukup banyak, tentu uang bukan masalah baginya. “Kami sedang mendirikan cafe, bisa kam―” “Kemasi barangmu sekarang juga, aku beri waktu dua jam dan

