Tahun ajaran baru sudah di mulai, Naya kini bersiap untuk berangkat kuliah setelah hidup luntang lantung di dalam kost selama tiga bulan. Sesuai perjanjian pula, mereka belum pernah bertemu lagi. Meski ia tak bisa menyangkal jika merindukan Reza namun ia masih bisa menahan. Reza kini juga semakin jarang menghubungi dari awalnya yang menghubungi setiap pagi, siang dan malam. Reza kini hanya menghubunginya satu kali, itu pun jika dia tak lupa. Naya menggelengkan kepalanya membayangkan jika ia benar-benar dilupakan, ia masih membutuhkan sokongan materi dari suaminya. Ia juga masih memiliki cinta untuknya. “Kamu ga mau kirimin foto ospek?” tanya Reza dalam panggilan menemani sarapan pagi wanitanya. Mereka juga tak pernah lagi melihat satu sama lain meskipun hanya sebuah foto. “Gak dulu

