TAWARAN ADELIA

1286 Kata

Naya memamerkan senyum lebarnya, perasaannya lega kala berhasil menyelesaikan semuanya, berkat Arkan yang mendampinginya semua berjalan dengan baik, pengakuan jujur yang harus dibuatnya sebenarnya sangat membuka lukanya, bagaimana ia harus menceritakan kronologi awal hingga akhir.   “A―aku merepotkan ya?” tanya Naya menggenggam erat ponselnya. “Engga sih, bodohnya kelewat aja, tapi ya lumayan cerdik juga,” balas Arkan. “Kenapa telat banget ngehubunginya sih?” “Takut.” Arkan mencibir pelan, tak bisa memungkiri kesalnya saat tahu jika ia sudah cukup lama terkurung dengan para pecundang di dalam sana. Meskipun sudah selesai, namun kegelisahannya masih mengganjal dihatiya. Membayangkan video rekaman yang khawatir masih bisa diback up. “Vid―vide.” “Ga bakal kesebar atau pun sampai jadi ton

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN