Dua bulan berlalu, kehidupan berjalan seperti biasa meski masih banyak tangis yang belum tersalurkan, Naya menjadi pribadi yang canggung, pendiam dan terus mengurung diri di dalam kamar. Perkuliahan ia relakan untuk berhenti. Di rumah yang ditumpanginya, Naya melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel dan waktu luangnya kala Adelia berangkat kerja, ia menghabiskan waktu dengan membuat kue dan membuat kerajinan tangan. Ia belum mencari tempat kuliah lagi dan juga sudah kehilangan minat. Pagi ini, Adelia dibuat kalang kabut saat mendengar Naya dari kamar mandi yang muntah-muntah, baru keluar kamar ia langsung berlari ke kamar mandi membuat Adelia yang berada di dapur kebingungan. Ia sedang membuat sarapan. “Nay, kamu ga papa?” tanya Adelia menuju kamar mandi yang tak ditutup, waja

