Bab 17 : Bintang Jatuh Yang Kesepian

1132 Kata

Bibir Eidwen mengecup bibir Abbey dengan ringan, namum keberanian Eidwen tersebut membuat Abbey syok setengah mati. “Nah, kan, lo udah nggak cegukan,” kata Eidwen begitu melepas bibirnya dari bibir Abbey. Gadis itu masih membulatkan matanya menatap ke Eidwen. “Busyet lo ngapain?!” pekik Abbey dengan kesal setelah berhasil menguasai diri. Dia menendang tulang kering Eidwen, lalu buru-buru keluar dari persembunyian. Eidwen pun ikut keluar dari persembunyian sambil mengaduh. Sudah berapa kali gadis itu menendang kakinya? Namun, melihat reaksi Abbey membuat cowok itu tersenyum dengan geli. “Marah?” tanya Eidwen dengan nada santai sambil melihat Abbey berusaha memanjat jendela. “Menurut lo?” sengak Abbey. Eidwen menaikkan bahunya. “Gue cuma mau mencoba membantu.” Abbey melirik Eidwen den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN