Bab 6

1100 Kata

Suasana kamar rumah sakit dipenuhi tangis dan ketegangan, Ronald menggeram menahan amarah yang memenuhi hatinya. Sementara Widya langsung memeluk putri satu-satunya dengan erat. “Bagaimana bisa, dia berani mengkhianati kamu?” tanya Ronald dengan suara yang menggema ke seluruh kamar. Tubuh Rosalina bergetar merasakan sakit yang luar biasa. Meski pun ia sudah menceritakannya, tapi tetap saja sakit hati yang ia rasakan tak bisa padam begitu saja. “Sayang ... jangan menangis lagi. Kamu tidak pantas menangisi pria seperti itu. Jika kamu mau, jika bisa memanggil pengacara dan mengurus perceraian kalian,” ucap Widya mencoba memberikan jalan keluar yang lebih baik. Tapi Rosalina mengangkat wajahnya dan menggeleng dengan tatapan mata yang tajam. “Tidak Ma. Aku tidak mau berpisah. Aku tidak san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN