Bab 40

1074 Kata

Matahari sudah mulai condong ke barat. Rumah besar itu tampak tenang dari luar, tapi di dalamnya ada riak-riak yang nyaris tak terlihat. Ibu Renata duduk di kursi dekat jendela ruang tamu, tubuhnya agak membungkuk. Ia menjahit baju sekolah Renata yang robek sedikit di bagian lengan. Renata duduk di sampingnya, membantu memegang kain. “Ma, biar aku aja,” kata Renata, ingin meringankan beban ibunya. Ibunya tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, Nak. Tangan Mama masih bisa bergerak. Lagipula ini cepat selesai.” Di sisi lain, Rosalina duduk di sofa panjang sambil memainkan bonekanya. Matanya sesekali melirik ke arah ibu Renata dan Renata, lalu tersenyum licik. Ia menunggu momen yang tepat. Tak lama, Widya keluar dari dapur dengan nampan berisi minuman. Gelas jus jeruk untuk Ronald yang baru saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN