Bab 8

1099 Kata

Devan berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah datar. Hatinya terasa berat, ada rasa enggan yang menekan dadanya. Saat sampai di depan kamar VIP, ia menarik napas panjang sebelum mengetuk pelan pintu. Saat masuk, matanya langsung tertuju pada Rosalina yang berbaring lemah di ranjang. Wajah istrinya pucat, mata bengkak karena menangis, sementara selang infus menempel di punggung tangannya. Di sudut ruangan, Ronald dan Widya duduk di sofa. Mereka terlihat lelah karena menungu di rumah sakit seharian. “Devan?” panggil Rosalina saat melihat kedatangan Devan. Langkah Devan berat menghampirinya. “Apa kata dokter?” tanya Devan datar dengan nada dingin. Ia bahkan berdiri tegak dengan memasukkan tangannya ke dalam saku. Tak perduli jika di sana ada kedua mertuanya. “Dokter bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN