Seperti biasanya, Tisha selalu sibuk bekerja di Restoran Bakeyu selepas pulang sekolah. Ia mulai hilir mudik mengantarkan pesanan ke pelanggan dengan senyum yang harus selalu mengembang di bibirnya. Pelanggan tidak boleh tau apapun perasaan dan beban hidup yang sedang dirasakannya. Ia harus tetap selalu tersenyum dan seolah sedang berbahagia. Tisha sejenak ingin bersender sebentar di dinding. Punggungnya terasa benar-benar lelah dan pegal. Mungkin karena ia langsung bekerja selepas pulang dari Bali kemarin. Ia berharap Pak Joko, supervisor restoran itu tidak akan memergokinya. Sepuluh detik. Tisha hanya butuh bersandar selama sepuluh detik. Buk! Namun tiba-tiba sebuah tepukkan keras terasa dibelakang punggungnya. Dengan gugup Tisha menoleh ke belakang. "Yaelah kalian! Bikin kaget aja," k

