Tisha menatap Garlan yang sedang duduk termenung menatap makanan yang ada di depannya. Rasanya ia sudah cukup melihat berbagai sisi seorang Garlan, tapi ia masih belum merasa memahaminya. Namun yang pasti, Ia berhutang budi pada pria itu. Walaupun tampilan Garlan kasar dan jahat padanya, tapi ia tidak setega itu untuk membiarkan Tisha dalam bahaya. Tisha mengambil sepiring ayam tepung saus madu lemon. Menu yang sengaja ia pesan untuk Garlan sebagai tanda terima kasih atas pertolongannya selama di Bali. Ia menaruh piring itu di atas nampan lalu membawanya dengan percaya diri menuju meja Garlan. Dengan senyum manis, Tisha menaruhnya di hadapan Garlan. "Apa ini? Gue gak mesen?" tanya Garlan bingung. "Ini dari gue buat lo, sebagai tanda terima kasih. Karena lo udah nolongin gue kemarin. Mak

