[30] Cinta dan Kewajiban

1354 Kata

Sepeninggal Syerin, Tala melaju tak tentu arah putari Kota Pekanbaru. Pukul sembilan malam akhirnya ia tiba di rumah. Pintu terkunci dari luar membuat ia langsung membelokkan setir ke rumah ibunya. Diyas heran melihat kedatangannya malam-malam. Tala tidak menjelaskan apa-apa. Pikirannya sedang semraut untuk bicara basa-basi dengan ibunya. Tala terus ke kamar lalu rebahan di tempat tidur. Hal pertama yang ia pikirkan adalah suasana kamar itu. Ia akan menukar warna kamarnya agar Tita merasa betah. Perempuan itu menyukai warna-warna soft seperti merah muda, biru muda, dan putih. Gambar-gambar masa kuliahnya juga sepertinya harus ia lepas dari dinding. Sangat tidak cocok untuk laki-laki menikah. Tala terlonjak ketika teringat rumah Tita yang tergembok. Ia mencari ponselnya untuk menghubungi T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN