[31] Sergapan Herder

1570 Kata

Celita tampak sehat. Dia tidak menangis lagi. Cetita pun membuka rolling door tokonya. Dia hanya mengeluarkan gantungan baju yang kecil saja ke teras. Ia bersyukur karena begitu selesai memajang, pembeli datang. Perempuan itu melayani mereka dengan baik seperti biasa. Tita tidak pernah mengambil untung yang besar. Ia pikir, biarlah ia berkeuntungan kecil asalkan pelanggan suka sehingga suatu saat mereka kembali berbelanja. ”Terima kasih, Kakak. Datang lagi, ya, nanti,” ucapnya dengan senyuman manis kepada seorang perempuan usia kisaran 30-an. ”Cetita.” Terdengar suara lembut memanggilnya. Tita tidak mengenali wanita cantik berseragam rumah sakit yang tampak pas di tubuh kecilnya itu. Rambut wanita itu disanggul dengan apik. Bibirnya dipoles gincu merah tegas. Tatap matanya tajam dan pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN