[32] Our Love in Rooftop

1496 Kata

Mobil Tala berhenti di gerbang masuk rumah sakit sebab orang yang ia cari telah berdiri di sana. Wajah lelah wanita cantik itu tertangkap netra. Tala mengklakson hingga wanita itu melihatnya. Wajah yang tempo hari meninggalkannya dalam sungut kesal, kini memaparkan sebilah senyum. Cantik, puji Tala. Ia membuka pintu penumpang sampingnya tanpa turun. Lelaki itu sedikit heran karena Syerin langsung memeluk lengannya dan menyandarkan kepala di bahunya. Tala mengusap kepala wanitanya itu. ”Capek,” gumam perempuan itu. ”Udah enggak marah nih ceritanya? Aku enggak perlu bujuk kamu lagi dong, Cantik.” ”Traktir makan.” Pukul sembilan malam Tala akhirnya pulang. Pintu ruko tidak tertutup rapat. Ia menggeser rolling door selebar tubuhnya kemudian merapatkan kembali. Tak lupa ia menguncinya. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN