Tita mencoret-coret kertas di mejanya. Pagi tadi Bu Diyas datang menjemput Celita. Ibu mertua kangen kepada cucu centilnya. Diyas bahkan sempat mengomel karena Tita jadi pelit berbagi Celita semenjak balikan dengan papanya Celita. Jadilah sekarang wanita dengan dress putih bermotif mawar merah pada ujung roknya itu sendirian ketika tak ada pembeli. Kesempatan tersebut digunakan oleh Tita untuk menulis list rencana menakhlukkan pacar orang. Ia juga meminta bantuan dari Shasa. ”Laki-laki itu layani jiwa dan raganya, kasih makan nafsu atas bawahnya. Jangan biarkan dia dapat kesempatan dari luar. Baikin terus, senyumin terus, manjain dia, dan sesekali kamu yang puasin dia. Mereka itu, Ta, kelihatan dewasa kalau di luar padahal dalemnya butuh disayang-sayang. Curahkan seluruh cinta kamu untuk

