[18] Diskusi Para Ibu

1680 Kata

”Jadi, Celita adalah cucu Ibu? Cucu kandung Ibu?” Diyas kelihatan lemah. Semalaman ia tidak tidur memikirkan segala kemungkinan tentang pernyataan Tala. Sekarang kesempatan berbicara dengan anaknya sendiri sangat susah. Entah Tala yang sengaja menghindar atau waktulah yang memang semakin sempit sejak Tala bekerja di kantoran. ”Nanti aja deh, Bu, wawancaranya. Aku udah mau berangkat.” Lalu Tala teringat akan janjinya dengan ibu mertuanya. Mau tidak mau ia harus menjelaskan secara singkat, tentang pernikahannya, sebelum ibu dan ibu Tita bertemu. ”Baiklah. Aku ceritakan garis besarnya aja tapi soal cerita di depannya, aku belum bisa jelaskan.” Tala selesai sarapan. Ia melihat pergelangan tangan. Cukup waktu untuk merangkum cerita dalam tiga sampai lima kalimat. ”Waktu itu Tala KKN di desa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN