Tala menemui Tina malamnya. Wajah tidak bersahabat wanita itulah yang ia jumpai. Ibu mertuanya pasti sudah mendengar semua dari ibunya. Sedangkan Tita, Tala yakin perempuan itu tidak pernah menceritakan keburukan Tala kepada Tina. Kalau Tita cerita tentang dirinya, maka dari dulu Tina sudah datang. Itu pasti. ”Tita itu anak perempuan Ibu dan ayah, adik perempuan Abi dan Nizar, satu-satunya. Dia anak yang paling kami manjakan sejak kecil, punya dua kakak laki-laki yang siap membelanya kapan saja. Dia tidak pernah merepotkan,” tekan Tina pada kalimat itu. Air mata mulai turun. ”Kamu pun sudah tahu ’kan bagaimana ayah sangat protektif kepada Tita?” Tala mengangguk gali lagi ingatan tentang Dazwar dan segala nasihatnya. Pulangkan Tita sebelum pukul delapan. Jangan pergi jauh-jauh. Hati-ha

