Cetita bungkam. Sejak pertanyaan bagai racun ular berbisa yang mampu membunuh sekali patok itu masuk ke telinganya, gadis itu tidak mengeluarkan satu fonem pun dari bibirnya. Lina dan Shasa mencoba berpikiran positif terhadap temannya. Mereka sedikit curiga sejak melihat perubahan Tita belakangan ini. Namun, mereka menghapus pikiran macam-macam karena rasa pertemanan yang kental. Tita si gadis ayu itu kelihatan berbeda semenjak berpacaran dengan lelaki dari kota itu. Ia sering mengantuk dan semakin malas belajar. Gadis itu kerap dihukum karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Ia tidak datang dan selalu beralasan jika diajak tugas kelompok. Bu Harni membawa Tita ke klinik di kecamatan. Ibu berhijab putih itu tidak pernah mengharapkan isu yang menyebar sejak pagi menjadi sebuah ke

