Cetita menyembunyikan wajahnya di d**a Tala. Dia memukul-mukul punggung Tala yang sejak tadi tidak henti menggoda dan membuatnya malu setengah mati. ”Udah tahu ‘kan sekarang bedanya ada apa-apa dengan tidak terjadi apa-apa?” tanya Tala setelah mendorong Tita agar dapat melihat wajah perempuan itu. ”Udah deh Abang jangan diulang-ulang!” rajuk perempuan yang baru saja dikerjai habis-habisan oleh suaminya itu. ”Aku tidak akan melakukan yang seperti tadi sebelum ada kata sah dari penghulu dan saksi, Tita. Kamu sih dibilangin enggak percaya. Semalam emang enggak ada apa-apa,” ucap Tala menahan tawa hingga pipinya pegal. ”Udah udah, Bang Tala. Iya aku yang salah. Aku enggak tahu,” kata Tita mengalah. Ia kembali mendekati Tala dan menyembunyikan wajahnya di d**a lelaki itu.

